RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Madiun bekerja sama dengan Perum Bulog resmi memulai pendistribusian bansos pangan strategis menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, langkah ini menjadikan Kota Madiun sebagai daerah pertama di Provinsi Jawa Timur yang merealisasikan program bansos dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk periode Maret 2026.
Penyaluran perdana bansos pangan ini dipusatkan di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, pada Senin, 9 Maret 2026, dengan pengawalan ketat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Sosial setempat.
1. Rincian Paket Bantuan: Beras dan Minyak Goreng
Program stimulus ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan.
Komoditas: Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima paket lengkap berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Alokasi: Bantuan yang disalurkan merupakan akumulasi untuk dua bulan sekaligus, yaitu alokasi Februari dan Maret 2026.
Volume Penerima: Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, total terdapat 14.726 warga yang tercatat sebagai penerima manfaat dalam program ini.
2. Apresiasi dan Tujuan Stabilitas Pangan
Keberhasilan Kota Madiun dalam mengawali distribusi ini mendapat apresiasi langsung dari jajaran pemerintah daerah.
Selain membantu pemenuhan gizi keluarga, program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan menekan lonjakan harga pangan di pasar lokal menjelang lebaran.
"Alhamdulillah, Kota Madiun menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang melakukan penyaluran bantuan pangan dalam program ini. Tercatat ada sekitar 14.700-an penerima manfaat yang mendapatkan bantuan beras dan minyak goreng," ujar narator dalam YouTube Arfan Saputra Channel.
3. Mekanisme Distribusi dan Harapan Nasional
Proses pembagian bantuan di Kelurahan Manisrejo terpantau berjalan tertib dan lancar. Warga penerima manfaat hadir sesuai jadwal dengan membawa dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses verifikasi.
Keberhasilan di Kota Madiun ini diharapkan menjadi pemantik bagi kabupaten dan kota lain di Jawa Timur serta wilayah lainnya di Indonesia untuk segera melakukan dropping bantuan serupa.
Masyarakat di luar wilayah Madiun diimbau untuk memantau informasi melalui kantor desa atau kelurahan masing-masing terkait pembagian surat undangan resmi dari Bulog.
Sinergi antara Pemkot Madiun dan Bulog melalui penyaluran 20 kg beras serta 4 liter minyak goreng ini, merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga di momen hari besar keagamaan.
Ketepatan waktu distribusi menjadi kunci utama agar bantuan dapat digunakan maksimal oleh masyarakat selama bulan Ramadhan.***
Editor : Asep Suhendar