RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, pada Rabu, 11 Maret 2026, bansos beras dan minyal goreng khusus Ramadhan mulai didistribusikan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia.
Bansos yang diberikan berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
Penyaluran bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya mereka yang berada pada kategori desil 1 hingga desil 4.
Mayoritas penerima bantuan merupakan keluarga yang juga terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pada hari ini, sejumlah warga di Kota Surakarta, Jawa Tengah, dilaporkan mulai menerima undangan resmi untuk mengambil bantuan pangan tersebut.
Salah satu contoh penerima bantuan di Kecamatan Serengan menunjukkan surat undangan berbarcode dari pihak Bulog yang berisi informasi jadwal dan lokasi pengambilan bantuan.
Dalam surat undangan tersebut dijelaskan bahwa penerima bantuan diminta datang langsung ke kantor kelurahan pada Rabu, 11 Maret 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Mereka diwajibkan membawa undangan asli, KTP, dan Kartu Keluarga sebagai syarat verifikasi data.
Menariknya, dalam undangan tersebut warga juga diminta membawa tas kresek atau tas belanja sendiri untuk membawa pulang bantuan berupa beras dan minyak goreng.
Bagi penerima yang tidak bisa hadir secara langsung, pengambilan bantuan masih dapat diwakilkan dengan syarat membawa dokumen pendukung seperti fotokopi KTP penerima dan Kartu Keluarga.
Namun jika bantuan tidak diambil dalam waktu lima hari tanpa keterangan, maka bantuan tersebut berpotensi dialihkan kepada penerima lain yang lebih membutuhkan.
Meski penyaluran sudah dimulai di beberapa daerah, pemerintah menegaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan armada distribusi serta proses pengumpulan stok bantuan pangan yang masih berlangsung.
Oleh karena itu, masyarakat di daerah lain yang belum menerima undangan diminta untuk bersabar menunggu giliran penyaluran di wilayah masing-masing.
Biasanya tanda bantuan segera disalurkan adalah mulai dibagikannya surat undangan berbarcode kepada para penerima manfaat.
Selain bantuan pangan, sebagian masyarakat juga melaporkan adanya saldo masuk pada rekening bantuan sosial melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.
Nominal saldo yang masuk bervariasi dan diduga merupakan pencairan susulan bantuan PKH tahap pertama tahun 2026.
Beberapa KPM yang sebelumnya belum menerima bantuan karena kendala administrasi seperti kartu KKS baru atau proses aktivasi rekening kini diketahui sedang berada pada tahap proses cek rekening.
Jika proses tersebut berhasil, bantuan berpeluang segera dicairkan dalam waktu dekat.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap berpikir positif dan tidak terburu-buru menyimpulkan adanya penyimpangan jika bantuan belum diterima.
Proses distribusi bantuan memang memerlukan waktu karena harus melalui tahapan administrasi, pengecekan rekening, hingga penerbitan surat perintah pencairan dana.
Dengan adanya bantuan pangan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadhan hingga menjelang lebaran.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga