Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Penyaluran Bansos Tambahan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Maret 2026 Diperkirakan Segera Dimulai, Ini Jadwal Wilayah dan Kuota 35 Juta KPM

Ira Yulia Erfina • Kamis, 12 Maret 2026 | 20:11 WIB

Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan Sembako
Ilustrasi Penyaluran Bansos PKH dan Sembako

RADAR BOGOR - Informasi mengenai rencana penyaluran bantuan sosial (bansos) tambahan berupa beras dan minyak goreng kembali beredar pada Maret 2026. 

Program bantuan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat dengan sasaran puluhan juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai wilayah Indonesia. 

Selain menjelaskan jadwal estimasi penyaluran, informasi yang beredar juga memuat kriteria penerima, kuota bantuan, serta sejumlah penjelasan tambahan terkait program bantuan sosial lainnya seperti PKH dan BPNT.

Jadwal Estimasi Penyaluran

Mengutip dari kanal Youtube Pendamping Sosial, penyaluran bantuan pangan tambahan ini diperkirakan berlangsung pada pertengahan bulan Maret.

Jadwal yang beredar menunjukkan pembagian waktu distribusi berdasarkan wilayah agar proses penyaluran dapat berjalan bertahap.

Untuk wilayah Jawa dan Sumatera, distribusi diperkirakan berlangsung pada rentang tanggal 10 hingga 20 Maret.

Rentang waktu yang sama juga disebut berlaku bagi wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Sementara itu, untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, penyaluran diperkirakan berlangsung sedikit lebih lambat, yaitu sekitar tanggal 15 hingga 25 Maret.

Jadwal yang sama juga disebutkan untuk wilayah Papua dan Maluku.

“Bali dan Nusa Tenggara, sekitar tanggal 15 sampai dengan 25 Maret,” ungkap narator melalui kanal Youtubenya.

Baca Juga: Desil 3 dan 4 Dicoret, Apakah Hanya KPM Desil 1 serta 2 yang Terima Pencairan Bansos Tahap 2 2026? Simak Penjelasannya

Penyaluran bantuan ini memang diarahkan berlangsung pada periode Ramadan.

Namun, proses distribusi bantuan dalam bentuk barang seperti beras dan minyak goreng dinilai memerlukan pengaturan logistik yang lebih kompleks dibanding bantuan dalam bentuk transfer dana. 

Di beberapa daerah disebutkan bahwa persiapan distribusi sudah mulai dilakukan, termasuk penyiapan undangan atau kupon pengambilan bagi penerima bantuan.

Kriteria dan Kuota Penerima

Bantuan yang disalurkan terdiri dari dua jenis komoditas pangan, yaitu beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Kuota penerima yang disebutkan mencapai sekitar 35 juta KPM di seluruh Indonesia.

Jumlah ini lebih besar dibandingkan jumlah penerima dalam program bantuan sosial lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang berkisar 10 juta keluarga maupun program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sekitar 18,2 juta keluarga.

Dalam penentuan penerima, data kesejahteraan masyarakat digunakan sebagai dasar seleksi. Pada tahun 2026, bantuan ini diprioritaskan bagi keluarga yang berada pada kelompok desil 1, desil 2, desil 3, dan desil 4.

Kelompok ini merupakan rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dalam pemetaan data sosial ekonomi.

Sementara itu, keluarga yang berada pada desil 5 atau tingkat yang lebih tinggi masih berpeluang menerima bantuan apabila kuota yang tersedia belum terpenuhi setelah penyaluran kepada kelompok desil prioritas selesai dilakukan.

Data penerima juga disebut memiliki kemiripan dengan penerima BLT Kesra pada tahun 2025.

Meski demikian, proses pemutakhiran data tetap dilakukan sehingga tidak semua penerima bantuan sebelumnya otomatis tercatat kembali sebagai penerima bantuan tahun 2026.

Baca Juga: Cara Daftar Bansos 2026 Sendiri Tanpa Perlu Titip ke RT atau RW, Cukup dengan HP dan Simak Langkah-Langkahnya

Informasi Tambahan Terkait PKH dan BPNT

Dalam informasi yang beredar juga dijelaskan mengenai kondisi penerima Program Keluarga Harapan yang telah mengalami graduasi. 

Graduasi biasanya terjadi ketika komponen syarat dalam keluarga penerima tidak lagi terpenuhi, misalnya anak yang sebelumnya menjadi komponen pendidikan sudah menyelesaikan jenjang sekolah menengah.

Meskipun demikian, keluarga yang telah mengalami graduasi dari program PKH masih memiliki kemungkinan menerima bantuan pangan tambahan ini selama posisi data kesejahteraan mereka masih berada pada kelompok desil rendah.

Selain itu, terdapat informasi mengenai pencairan bantuan BPNT yang sempat tertunda pada tahap sebelumnya. 

Sebagian laporan menyebutkan bahwa saldo bantuan yang belum tersalurkan pada tahap akhir tahun 2025 mulai dicairkan pada tahun 2026 sehingga penerima disarankan melakukan pengecekan secara berkala.

Untuk mempermudah proses pengecekan saldo bantuan, penerima juga dianjurkan memanfaatkan layanan mobile banking yang disediakan oleh bank penyalur, sehingga tidak perlu melakukan pengecekan kartu KKS secara berulang di mesin ATM.

Klarifikasi Informasi Bonus Ramadhan

Seiring dengan beredarnya informasi mengenai bantuan tambahan selama bulan Ramadan, muncul pula kabar mengenai kemungkinan adanya bonus atau bantuan tambahan lain. 

Namun hingga saat ini tidak terdapat keterangan resmi mengenai penyaluran bantuan dalam bentuk THR atau bonus Ramadhan bagi penerima bansos.

Informasi yang beredar hanya menyebutkan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng sebagai tambahan bantuan yang sedang dipersiapkan penyalurannya. 

Oleh karena itu, masyarakat disarankan mengikuti informasi yang telah diumumkan secara resmi terkait program bansos yang sedang berjalan.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #Penyaluran Bantuan Sosial #kpm #bansos #pkh