RADAR BOGOR - Pemerintah tengah mempercepat penyaluran bansos stimulus Ramadhan demi menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran 2026. Yaitu paket beras dan minyak goreng.
Paket bansos sembako jumbo berupa beras dan minyak goreng kini mulai menyasar wilayah pelosok, bersamaan dengan kabar gembira mengenai penambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) khusus untuk jenjang TK.
Segera ambil tindakan sebelum batas waktu pengambilan berakhir agar bansos beras dan minyak goreng ini tidak dialihkan kepada orang lain.
Memasuki pertengahan Maret, bantuan pangan berupa Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter terus didistribusikan secara bertahap.
Meskipun masyarakat di beberapa daerah seperti Madiun, Surakarta, dan Blora sudah mulai menerima, daerah lain mungkin mengalami sedikit keterlambatan akibat armada logistik yang harus menjangkau medan sulit.
KPM diingatkan untuk tidak menunda pengambilan, jika surat undangan sudah di tangan, segera datang ke titik bagi.
Jika dalam 5 hari berturut-turut bantuan tidak diambil tanpa alasan jelas, secara aturan bantuan tersebut akan dialihkan kepada penerima cadangan, dilansir dari kanal YouTube DIARY BANSOS.
Sementara itu, Kemensos memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak agar tidak menyalahgunakan dalam proses penyaluran bantuan sosial.
“Penting untuk dijadikan perhatian bersama, bantuan tidak boleh diperjualbelikan dipindahtangankan atau dipotong oleh pihak manapun,” ujar Mensos Saifullah Yusuf, mengutip dari instagram @kemensosri.
Satu gebrakan besar di tahun 2026 adalah perluasan PIP bagi siswa jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).
Pemerintah mengalokasikan bantuan sebesar Rp450.000 per tahun untuk sekitar 880.000 siswa di seluruh Indonesia.
Bagi orang tua siswa TK, segera pastikan operator Dapodik di sekolah anak Anda telah menandai status Layak PIP.
Data ini nantinya akan dipadupadankan dengan DTKS untuk memastikan hanya keluarga ekonomi rendah yang menerima suntikan dana pendidikan ini pada gelombang Mei-Juni mendatang.
Bagi KPM yang berada di Desil 3 dan Desil 4, pemerintah menawarkan jalan keluar dari ketergantungan bantuan melalui program pemberdayaan PPSE.
Jika Anda memiliki rintisan usaha kecil seperti jualan es atau camilan, Anda sangat disarankan untuk mengajukan Graduasi Mandiri melalui pendamping sosial.
Sebagai gantinya, pemerintah akan memberikan bantuan modal usaha yang lebih produktif.
Langkah ini sangat strategis mengingat kedepannya bantuan PKH/BPNT akan diprioritaskan hanya untuk Desil 1 dan 2 demi pemerataan keadilan sosial.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga