RADAR BOGOR - Masyarakat penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia diimbau untuk aktif mengecek rekening bank Himbara atau berkonsultasi dengan pendamping sosial masing-masing.
Memasuki pertengahan Maret 2026, gelombang pencairan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat maupun daerah mengalir deras secara serentak.
Fenomena ini membuat ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merasakan kebahagiaan luar biasa, pasalnya bantuan yang diterima kali ini dirasakan layaknya menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sebelum Lebaran tiba.
Jawa Timur dan Jawa Barat Pimpin Penyaluran Bansos Masif
Melansir dari kanal YouTube Info Bansos, beberapa daerah di Pulau Jawa tercatat telah memulai penyaluran dana bantuan dalam skala yang cukup signifikan:
- Kabupaten Bojonegoro: Pemerintah daerah telah mengalokasikan dan mulai mencairkan dana bantuan sosial dengan total mencapai Rp14,15 miliar. Bantuan ini menyasar 3.006 anak yatim piatu dengan nominal Rp1,5 juta per orang, 1.644 penyandang disabilitas berat sebesar Rp1,5 juta, serta 1.729 warga dengan penyakit kronis yang juga menerima Rp1,5 juta.
- Provinsi Jawa Barat: Penyaluran BLT Lansia 2026 yang bersumber dari APBD Provinsi telah resmi memasuki tahap pertama pada Maret hingga April ini. Fokus utama bantuan ini adalah warga berusia 60 tahun ke atas yang terdaftar dalam data kemiskinan dan tidak memiliki penghasilan tetap.
- Kota Pasuruan: Melalui program sembako daerah, pemerintah kota menyalurkan bantuan bagi warga yang berada di kategori desil 1 hingga 4. Selain itu, terdapat santunan tunai senilai Rp500.000 khusus bagi anak yatim piatu untuk membantu kebutuhan mereka menyambut Idul Fitri.
- Kabupaten Madiun: Melalui program Sapa Bansos Amaliah Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turun langsung memberikan paket sembako dan santunan kepada masyarakat rentan guna meringankan beban ekonomi di bulan suci.
Selain itu, Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan dana bantuan yang diberikan. Sebagaimana ditegaskan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul terkait tujuan utama penyaluran bantuan.
“Bantuan sosial harus digunakan sesuai peruntukannya untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat bukan untuk kepentingan lain,” himbau Mensos Gus Ipul, mengutip dari instagram @kemensosri.
Akselerasi Bansos Nasional: PKH, BPNT, dan Beras 10 Kg
Tidak hanya dari dana daerah, percepatan juga terjadi pada program bantuan sosial berskala nasional. Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dilaporkan sudah mulai masuk ke rekening KPM sejak awal Maret 2026.
Ditambah lagi, penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kg serta paket khusus Ramadhan turut digelontorkan untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat.
Total anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat untuk berbagai bansos menjelang Lebaran ini mencapai angka triliunan rupiah yang didistribusikan kepada jutaan KPM di seluruh pelosok negeri.
Langkah percepatan pencairan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi menjelang hari raya.
Bagi warga yang merasa berhak namun belum menerima bantuan, segera lakukan koordinasi dengan kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat untuk memastikan data Anda telah tersinkronisasi dengan data pusat maupun daerah.***
Editor : Eli Kustiyawati