RADAR BOGOR - Masyarakat calon penerima manfaat (KPM) diimbau untuk tidak perlu khawatir terhadap isu subjektivitas atau pilih kasih dalam penentuan penerima bantuan sosial.
Hal ini menyusul penegasan Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengenai mekanisme pemeringkatan ekonomi masyarakat yang kini semakin ketat dan berbasis data ilmiah untuk menjamin bansos tepat sasaran.
Dalam kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Purwakarta, Sabtu 14 Maret 2026, Mensos Saifullah Yusuf memberikan klarifikasi penting terkait siapa yang berhak menentukan urutan kemiskinan (desil) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Yang melakukan perangkingan itu BPS. Bukan pendamping, bukan kepala desa, bukan bupati, bukan wali kota, bukan Menteri Sosial,” tegas Mensos Saifullah Yusuf, mengutip dari akun instagram @kemensosri.
Hal ini memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa penentuan siapa yang layak menerima bantuan dilakukan secara objektif menggunakan pendekatan statistik, bukan berdasarkan kedekatan personal dengan pejabat setempat.
Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Pemutakhiran DTSEN
Upaya memperkuat akurasi data ini dihadiri langsung oleh Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dan jajaran pimpinan daerah Jawa Barat.
Pemutakhiran DTSEN menjadi langkah krusial agar bantuan sosial, terutama paket bantuan pangan dan tunai di tahun 2026, benar-benar menjangkau warga yang berada di desil terbawah.
Dengan data yang diperbarui secara berkala, potensi adanya bantuan yang salah alamat dapat diminimalisir.
Pemerintah pusat hingga operator di tingkat desa kini bersinergi untuk memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat dalam sistem pendataan terbaru ini.
Kegiatan ini tidak hanya fokus pada teknis pendataan, tetapi juga melibatkan ratusan pilar sosial, camat, hingga pendamping desa sebagai ujung tombak lapangan.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui status ekonominya dalam pendataan terbaru, disarankan untuk tetap aktif berkoordinasi dengan operator desa setempat guna memastikan data kependudukan telah sejalan dengan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim gabungan.***
Editor : Asep Suhendar