RADAR BOGOR - Kabar gembira bagi masyarakat desa. Memasuki pertengahan Maret 2026, sejumlah daerah dilaporkan telah mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).
Bantuan ini menjadi angin segar untuk membantu perekonomian warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan harian.
Berdasarkan informasi dari YouTube Arfan Saputra Channel, pada tahap pertama ini, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima dana sebesar Rp900.000.
Jumlah ini merupakan rapel atau akumulasi untuk tiga bulan sekaligus, yaitu periode Januari, Februari, dan Maret 2026.
Secara rincinya, setiap KPM berhak mendapatkan jatah bantuan sebesar Rp300.000 per bulan.
Mekanisme Penyaluran Berbeda di Tiap Desa
Perlu diperhatikan bahwa sistem penyaluran BLT Dana Desa tidak selalu seragam di setiap wilayah.
Kebijakan ini tergantung pada keputusan masing-masing pemerintah desa mengenai frekuensi pembayarannya.
“Jadi yang cair saat ini adalah bantuan BLT dana desa. Jadi setiap bulannya itu dapat Rp300.000, ada yang langsung tiga bulan, ada yang dua bulan, ada yang per bulan penyalurannya,” ucap narator YouTube tersebut.
Daftar Daerah yang Sudah Mencairkan
Beberapa desa terpantau sudah mulai membagikan bantuan ini kepada warganya yang berhak, di antaranya:
1. Desa Karangrejo: Sudah menyalurkan alokasi tiga bulan penuh senilai Rp900.000.
2. Desa Pasir Putih: Menyalurkan bantuan kepada 15 KPM yang telah ditetapkan melalui hasil musyawarah desa.
3. Desa Kuala Sekampung: Penyaluran sukses dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026.
4. Desa Margodadi (Jati Agung): Pemerintah desa menyalurkan bantuan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
5. Desa Golong (Kecamatan Narmada): Sebanyak 10 KPM kategori kemiskinan ekstrem telah menerima bantuan pada Kamis, 12 Maret 2026.
Apa yang Harus Dilakukan?
Bagi Anda yang merasa memenuhi kriteria sebagai penerima, segera pastikan status Anda dengan mengecek papan pengumuman di Kantor Desa setempat atau menanyakan langsung kepada perangkat desa mengenai jadwal penyaluran di wilayah Anda.
Karena setiap desa memiliki jadwal yang berbeda, komunikasi aktif sangat diperlukan agar Anda tidak ketinggalan informasi.***
Editor : Eli Kustiyawati