RADAR BOGOR - Menjelang Idul Fitri 2026, berbagai program bantuan sosial (bansos) masih terus disalurkan kepada masyarakat yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sejumlah informasi terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar bantuan untuk tahap awal tahun telah disalurkan, sementara sebagian lainnya masih berada dalam proses administrasi maupun verifikasi data.
Berikut rincian perkembangan beberapa program bantuan sosial yang saat ini sedang berjalan yang dikutip dari kanal Youtube Diary Bansos.
Baca Juga: Polres Bogor Buka Layanan SPKT di Pos Terpadu Hoegeng Gadog, Warga Bisa Buat Laporan Kehilangan
1. Status Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026
Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk alokasi Januari hingga Maret 2026 dilaporkan telah mencapai sekitar 95 persen dari total penerima yang terdaftar.
Persentase tersebut menunjukkan bahwa mayoritas KPM sudah menerima bantuan tahap pertama pada awal tahun ini.
Namun masih terdapat sekitar lima persen penerima yang belum mendapatkan bantuan. Kondisi ini umumnya terjadi karena beberapa faktor administratif, seperti proses verifikasi rekening penerima, tahapan birokrasi mulai dari penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) hingga Standing Instruction (SI), serta adanya penerima baru yang masuk dalam proses penggenapan kuota nasional.
“yang masih belum tersalurkan karena ada yang masih dalam proses work call, ada yang masih dalam proses cek rekening, ataupun ada yang masih menunggu proses SPM hingga SI,” ungkap narator melalui kanal Youtubenya.
Kuota program PKH tercatat mencapai sekitar 10 juta KPM, sementara BPNT mencakup sekitar 18,8 juta penerima.
Bagi penerima yang dalam sistem penyaluran tercatat melalui PT Pos Indonesia, proses pencairan memerlukan waktu tambahan karena harus menunggu jadwal resmi pembagian di wilayah masing-masing.
2. Ketentuan Penerima Bantuan Berdasarkan Kelompok Desil 1 sampai Desil 4
Pada tahun 2026, penetapan penerima bantuan sosial masih menggunakan acuan kelompok kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 4. Kategori tersebut mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kondisi ekonomi dari yang paling rendah hingga kelompok rentan.
Ke depan, terdapat rencana perubahan kebijakan yang akan memfokuskan bantuan pada Desil 1 dan Desil 2. Dengan adanya rencana tersebut, KPM yang berada pada Desil 3 dan Desil 4 dianjurkan mulai mempersiapkan diri melalui graduasi mandiri atau mengikuti program pemberdayaan seperti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
Program tersebut bertujuan membantu penerima memperoleh dukungan usaha sebelum bantuan sosial dihentikan di masa mendatang.
Status desil masing-masing penerima dapat diperiksa melalui laman resmi pengecekan bantuan sosial milik Kementerian Sosial.
3. Penyaluran Bantuan PIP (Program Indonesia Pintar)
Selain bantuan sosial reguler, Program Indonesia Pintar (PIP) juga mulai disalurkan pada tahun 2026. Penyaluran tahap pertama berlangsung dalam rentang Februari hingga April.
Bagi siswa yang belum menerima pada periode tersebut, penyaluran masih berpotensi dilakukan pada gelombang berikutnya yang dijadwalkan antara Juni hingga Agustus, atau pada tahap akhir tahun sesuai jadwal distribusi nasional.
Dalam pembaruan terbaru, terdapat penambahan penerima untuk jenjang taman kanak-kanak. Program ini memberikan bantuan sebesar Rp450.000 per tahun kepada sekitar 880.000 siswa.
Pengusulan penerima untuk jenjang ini dilakukan melalui operator Dapodik di masing-masing sekolah.
4. Bantuan Stimulus Ramadan Berupa Pangan
Penyaluran bantuan pangan juga berlangsung secara bertahap menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Bantuan tersebut terdiri dari beras 20kg serta minyak goreng 4ltr untuk setiap penerima.
Di beberapa daerah, penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat sudah mulai berjalan. Madiun, Surakarta, dan Blora termasuk wilayah yang lebih dahulu melakukan distribusi. Proses distribusi dilakukan melalui mekanisme undangan yang diberikan kepada penerima sesuai dengan data yang tercatat.
Penerima yang telah mendapatkan surat undangan diminta segera mengambil bantuan sesuai jadwal yang ditentukan. Jika bantuan tidak diambil selama lima hari berturut-turut tanpa keterangan, bantuan tersebut dapat dialihkan kepada penerima lain yang memenuhi kriteria.
5. Perkiraan Jadwal Penyaluran Bantuan Tahap 2
Setelah penyaluran tahap pertama hampir selesai, perhatian berikutnya tertuju pada bantuan tahap kedua yang mencakup alokasi April, Mei, dan Juni 2026.
Saldo bantuan untuk tahap tersebut diperkirakan mulai masuk ke kartu KKS pada periode Mei atau Juni 2026. Jadwal pencairan tetap bergantung pada proses pemutakhiran data yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Proses ini mencakup evaluasi kondisi ekonomi, pekerjaan, serta kriteria lain yang menjadi dasar penentuan kelayakan penerima bantuan sosial.***
Editor : Asep Suhendar