RADAR BOGOR - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah pusat hingga daerah benar-benar tancap gas dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos).
Dilansir dari YouTube Info Bansos, per 16 Maret 2026, berbagai jenis bantuan mulai dari paket sembako, atensi rehabilitasi sosial, hingga bansos pangan sudah mulai mengalir ke tangan keluarga penerima manfaat (KPM) di berbagai wilayah Indonesia.
Tujuannya satu: meringankan beban ekonomi warga selama Ramadhan, jelang Lebaran, dan pasca Lebaran, di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.
Bansos Pusat: Wamensos Turun Langsung ke Magelang
Pada Minggu, 15 Maret 2026, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono turun langsung ke Desa Ngampeldento, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Beliau menyerahkan bantuan secara simbolis langsung kepada warga.
Ada dua jenis bantuan yang disalurkan:
- Paket Sembako untuk 1.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Kabupaten Magelang, senilai total Rp210 juta.
- Bantuan Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) untuk 150 KPM di Desa Ngampeldento, senilai Rp15 juta, berupa tambahan nutrisi untuk lansia, kasur, hingga alat bantu dengar.
Dalam kesempatan tersebut, Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk memastikan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.
Camat Salaman, Imam Wisnu Kusuma, juga menyampaikan bahwa bantuan sosial dan sembako ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang sangat membutuhkan menjelang Idul Fitri.
Selain bantuan langsung, program ini juga diikuti dengan pemberdayaan lanjutan berupa pelatihan kerajinan anyaman eceng gondok dan keterampilan produktif bagi ibu-ibu, agar mereka tidak hanya menerima bantuan sekali, tetapi juga memiliki penghasilan tetap pasca Lebaran.
Bansos Daerah: Bojonegoro Gelontorkan Rp14,15 Miliar
Dari tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi salah satu contoh nyata komitmen pemda dalam menyalurkan bansos jelang Lebaran. Total dana yang dikucurkan mencapai Rp14,15 miliar mulai Maret 2026.
Bantuan ini menyasar delapan kelompok rentan, yaitu:
- Anak yatim piatu: 3.006 orang, masing-masing Rp1,5 juta (total Rp4,5 miliar)
- Penyandang disabilitas berat: 1.644 orang (total Rp2,49 miliar)
- Penderita penyakit kronis: 1.729 orang (total Rp2,59 miliar)
- Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ): 263 orang (total Rp394,5 juta)
- Penyandang disabilitas produktif: 34 orang (total Rp68 juta)
- Korban kekerasan, anak terlantar, lansia tunggal, dan penyandang disabilitas lainnya: 6.739 orang (total Rp4,04 miliar)
Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Agus Susetyo, menyatakan bahwa sekitar Rp14,15 miliar sudah dicairkan pada bulan Maret.
Jika masih ada yang belum terakomodasi, penyaluran akan dilanjutkan melalui PAPBD tahap berikutnya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono juga mengingatkan bahwa peran kepala desa sangat penting agar data penerima valid dan bantuan benar-benar tepat sasaran.
Bansos Pangan: Undangan Sudah Mulai Dibagikan
Mulai 14 Maret 2026, undangan pengambilan bansos pangan sudah mulai dibagikan secara bertahap kepada KPM di berbagai daerah. Wilayah yang sudah mulai menerima undangan antara lain:
- Jawa Tengah: Kota Tegal, Magelang, Purwokerto, Purbalingga
- Jawa Barat: Kota Banjar
- Jawa Timur: Kabupaten Malang
- Lampung: Kabupaten Tanggamus
Cara pengambilan bansos pangan ini cukup mudah namun tertib. Penerima wajib membawa surat undangan resmi dari kelurahan atau kecamatan. Tanpa undangan, bantuan tidak bisa diambil.
Bagi yang belum menerima undangan, segera koordinasikan dengan RT/RW atau kelurahan setempat untuk mengecek jadwal distribusi di wilayah masing-masing.
Cara Cek Status Bansos
Jika kamu belum menerima undangan bansos pangan atau bansos daerahmu belum cair, berikut langkah yang bisa dilakukan:
- Buka aplikasi Cek Bansos di smartphone kamu.
- Masukkan data NIK dan nama sesuai KTP.
- Hubungi Dinas Sosial setempat jika datamu belum terdaftar atau terdapat kesalahan data.
- Koordinasikan dengan kepala desa atau lurah agar data kamu dapat divalidasi lebih cepat.
Kesimpulan
Bansos jelang Idul Fitri 1447 H benar-benar dikebut. Dari pusat hingga daerah, pemerintah menggelontorkan dana ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk memastikan warga, terutama keluarga rentan, bisa menyambut hari kemenangan dengan lebih tenang.
Mulai dari paket sembako di Magelang, bansos senilai Rp14,15 miliar di Bojonegoro, hingga undangan bansos pangan yang sudah mulai dibagikan di berbagai provinsi, semua bergerak dalam satu arah: meringankan beban rakyat di bulan Ramadhan dan jelang Lebaran.***
Editor : Eli Kustiyawati