RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) terus dilakukan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus merespons kebutuhan di lapangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Mengutip dari kanal Youtube Kemensos RI, sejumlah program bantuan disalurkan dengan menyasar kelompok penerima manfaat di tingkat desa hingga wilayah terdampak bencana, dengan nilai bantuan yang bervariasi sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Di Kabupaten Magelang, penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di Desa Ngampel Dento, Kecamatan Salaman.
Sebanyak 150 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di desa tersebut menjadi sasaran utama, sementara secara keseluruhan jumlah penerima di wilayah Kabupaten Magelang mencapai 1.400 KPM.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari paket sembako serta bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) yang mencakup tambahan nutrisi bagi lansia, kasur, hingga alat bantu dengar.
“Bantuan atensi ini meliputi tambahan nutrisi untuk lansia, kasur, hingga alat bantu dengar,” ungkap narator melalui kanal Youtubenya.
Nilai bantuan yang diberikan di Desa Ngampel Dento tercatat sebesar Rp15 juta, sedangkan total bantuan untuk seluruh Kabupaten Magelang mencapai Rp210 juta.
Selain itu, penyaluran bantuan juga difokuskan pada wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, khususnya di Aceh Timur.
Total bantuan yang dialokasikan untuk Aceh Timur melebihi Rp100 miliar, sementara secara keseluruhan untuk Provinsi Aceh mencapai lebih dari Rp585 miliar.
Bantuan tersebut terbagi dalam beberapa kategori sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Untuk stimulan sosial ekonomi, dialokasikan Rp38,2 miliar yang menyasar 7.643 kepala keluarga.
Jaminan hidup diberikan dengan total Rp8,9 miliar untuk 28.831 jiwa. Kemudian bantuan isi hunian mencapai Rp22,9 miliar untuk 7.643 kepala keluarga. Selain itu, terdapat santunan sebesar Rp900 juta bagi 60 ahli waris, serta santunan luka berat senilai Rp10 juta.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan mekanisme pengawasan dan verifikasi data secara berlapis.
Proses ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah daerah, aparat kepolisian, kejaksaan, Kementerian Dalam Negeri, hingga Badan Pusat Statistik.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan data penerima sesuai dengan kondisi di lapangan dan meminimalkan potensi ketidaktepatan sasaran.
Secara keseluruhan, total bantuan yang telah tersalurkan mencapai lebih dari Rp713 miliar, sementara sisa anggaran sekitar Rp127 miliar masih dalam tahap proses.
Penyaluran ini ditargetkan dapat diselesaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Di luar bantuan sosial, terdapat tambahan transfer ke daerah sebesar Rp10,6 triliun yang difokuskan pada pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.***
Editor : Eli Kustiyawati