RADAR BOGOR - Menjelang Hari Raya Lebaran 2026, penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) masih berlangsung di sejumlah wilayah dengan skema pencairan bertahap maupun susulan.
Bantuan-bantuan ini menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya belum menerima haknya pada tahap awal, sekaligus menjadi bagian dari distribusi rutin yang tetap berjalan selama bulan Ramadan.
Mengutip dari kanal Youtube Diary Bansos, proses penyaluran dilakukan melalui beberapa mekanisme, baik melalui sistem perbankan maupun distribusi langsung, tergantung pada kondisi wilayah dan status penerima di dalam sistem.
Deretan bansos yang masih cair menjelang Lebaran mencakup beberapa program utama. Pertama adalah Program Keluarga Harapan atau Program Keluarga Harapan tahap 1 yang saat ini memasuki fase pencairan susulan.
Bantuan ini ditujukan bagi KPM yang belum menerima dana pada penyaluran sebelumnya. Proses distribusi dilakukan melalui dua jalur, yakni melalui Kartu KKS (ATM Merah Putih) bagi penerima yang memiliki akses layanan perbankan, serta melalui PT Pos Indonesia khususnya untuk wilayah terpencil, daerah 3T, maupun penerima baru yang belum terdaftar dalam sistem perbankan.
Selain itu, Bantuan Pangan Non Tunai atau Bantuan Pangan Non Tunai juga masih dalam tahap penyaluran lanjutan.
Penerima yang berhak umumnya adalah mereka yang statusnya di sistem SIKS-NG telah masuk kategori SPM (Surat Perintah Membayar) atau SI (Standing Instruction).
Status tersebut menjadi indikator bahwa bantuan sedang dalam proses pencairan, meskipun waktu diterimanya bisa berbeda di setiap daerah tergantung kesiapan distribusi.
Bantuan berikutnya adalah BLT Dana Desa yang mulai banyak dicairkan pada bulan Maret. Sejumlah desa menyalurkan bantuan ini secara rapel untuk periode Januari hingga Maret, sehingga total yang diterima mencapai Rp900.000 dengan rincian Rp300.000 per bulan.
Pola pencairan ini bergantung pada kebijakan masing-masing pemerintah desa serta kesiapan anggaran yang telah dialokasikan sebelumnya.
Di sisi lain, menurut kanal Youtube Pendamping Sosial, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng juga menjadi bagian dari distribusi menjelang Ramadan dan Lebaran. Bantuan ini menyasar sekitar 30 juta keluarga yang berada dalam kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan tingkat kesejahteraan.
“Bantuan pangan tentunya beras dan minyak masih akan disalurkan jelang lebaran 2026,” ungkap narator melalui kanal Youtubenya.
Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada ketersediaan stok di masing-masing daerah. Akibatnya, terdapat perbedaan waktu distribusi, di mana sebagian wilayah telah menyalurkan sebelum Lebaran, sementara lainnya baru dapat mendistribusikan setelah hari raya.
Terdapat pula beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Penerima diimbau untuk secara aktif memeriksa status kepesertaan mereka dalam sistem SIKS-NG.
Jika status berubah menjadi “exclude”, maka bantuan tidak lagi dapat dicairkan pada tahap berikutnya.
Selain itu, adanya potensi perbedaan penetapan tanggal Idulfitri di Indonesia menjadi perhatian tersendiri, meskipun masyarakat diharapkan tetap menjaga keharmonisan dalam menyikapi perbedaan tersebut.***
Editor : Asep Suhendar