Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemerintah Perbarui DTSEN, Bansos Kini Lebih Tepat Sasaran dengan Sistem Desil Berbasis Multikriteria

Khairunnisa RB • Kamis, 19 Maret 2026 | 04:48 WIB

Ilustrasi petugas bansos mengajukan pertanyaan survei kelayakan bansos 2026 kepada KPM
Ilustrasi petugas bansos mengajukan pertanyaan survei kelayakan bansos 2026 kepada KPM

RADAR BOGOR - Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam memastikan bantuan sosial (bansos) benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Salah satu upaya besar yang kini tengah dilakukan adalah pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi fondasi utama dalam penyaluran berbagai program bantuan.

Kolaborasi besar pun digencarkan. Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah untuk memastikan data yang digunakan semakin akurat dan terkini.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat kegiatan sosialisasi DTSEN di Kabupaten Serang, Banten, Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa data yang valid adalah kunci utama agar bantuan sosial tidak salah sasaran.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala.

Dalam skema ini, Kementerian Sosial dan Kementerian Desa bertugas melakukan pembaruan data, sementara BPS mengelola dan menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami.

Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, salah satu metode yang digunakan adalah sistem desil, yaitu pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Mulai dari desil 1 sebagai kelompok paling rentan hingga desil 10 yang paling sejahtera.

Menariknya, penentuan desil tidak hanya berdasarkan pendapatan.

Banyak masyarakat yang keliru menganggap gaji sebagai satu-satunya indikator.

Padahal, pemerintah menggunakan berbagai aspek lain seperti kondisi rumah, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, penggunaan listrik, hingga kepemilikan aset.

Artinya, seseorang dengan penghasilan tertentu belum tentu berada di desil yang sama dengan orang lain yang memiliki penghasilan serupa.

Tak hanya itu, data desil juga bersifat dinamis.

Perubahan kondisi ekonomi atau sosial seseorang bisa memengaruhi posisinya dalam kelompok tersebut.

Karena itu, pemerintah membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan pembaruan data jika dirasa belum sesuai.

Kini, masyarakat juga dimudahkan untuk mengecek status mereka.

Cukup menggunakan aplikasi atau website Cek Bansos, masyarakat bisa mengetahui posisi desil sekaligus status penerimaan bantuan.

Caranya pun sederhana. Masukkan nama sesuai KTP, pilih wilayah domisili, lalu klik cek. Dalam hitungan detik, informasi lengkap akan muncul.

Dengan sistem ini, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial menjadi lebih transparan, tepat sasaran, dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bantuan sosial #bansos #bps #Pemuktahiran Data #DTSEN