RADAR BOGOR - Bagi para penerima manfaat bansos PKH maupun BPNT, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar bantuan sosial (Bansos) tetap bisa cair setiap periodenya.
Meskipun penyebab bansos tidak cair itu banyak, dilansir dari YouTube Ach Haris Efendy, berikut ini tiga hal yang paling sering terjadi dan perlu dihindari.
1. Jangan Titipkan Urusan Administrasi Kependudukan ke Orang Lain
Banyak masyarakat yang masih menitipkan pembuatan atau pembaruan KTP dan KK kepada calo atau pihak lain. Padahal, hal ini ternyata berdampak langsung pada pencairan bansos.
Ada kasus di mana penerima bansos tiba-tiba tidak bisa menerima bantuan karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka berubah akibat diurus oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Padahal, bansos saat ini sudah berbasis data NIK dan nomor KK. Jika NIK berubah atau tidak sesuai, data penerima tidak bisa terbaca oleh sistem sehingga bansos otomatis tidak cair.
Mengurus KTP dan KK di Dinas Dukcapil itu gratis. Tidak ada alasan untuk menitipkan ke calo yang belum tentu mengerjakan datanya dengan benar dan valid.
2. Hindari Game Online Terlarang
Di tahun 2025, banyak penerima bansos yang tiba-tiba bansosnya terhenti meskipun desil ekonomi mereka masih tergolong rendah (desil 1 sampai 4). Penyebabnya adalah terdeteksi bermain game online terlarang.
PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) memiliki kemampuan untuk melacak rekening yang digunakan untuk transaksi game online terlarang, termasuk aktivitas deposit dan penarikan dana.
Jika salah satu anggota keluarga dalam satu KK terdeteksi bermain game online terlarang, maka hal ini bisa berdampak pada pencairan bansos.
3. Jangan Sembarangan Meminjamkan KTP dan KK kepada Orang Lain
Ini adalah poin yang paling penting dan paling sering menjadi penyebab masalah. Banyak penerima bansos yang tiba-tiba dinyatakan tidak layak lagi karena desil ekonominya naik, padahal secara kenyataan kondisi ekonominya tidak berubah.
Setelah ditelusuri, ternyata KTP atau KK mereka pernah dipinjam oleh orang lain untuk keperluan seperti pembelian kendaraan bermotor roda empat, pendaftaran rekening listrik berdaya besar, pengajuan pinjaman online atau kredit bank, dan keperluan lain yang mengatasnamakan identitas si penerima bansos.
Karena identitas mereka tercatat sebagai pemilik aset-aset tersebut, sistem otomatis menaikkan desil ekonomi mereka sehingga dianggap tidak layak lagi menerima bansos.
Jika sudah terlanjur terjadi, penyelesaiannya cukup rumit. Harus melapor ke pihak terkait, misalnya ke kantor PLN untuk pembaruan data listrik, dan proses lainnya yang memakan waktu dan tenaga.
Tips penting: Petugas resmi seperti petugas sensus atau aparatur desa yang melakukan pendataan biasanya hanya perlu melihat KTP dan KK, tidak membawanya pulang. Jika ada yang meminta membawa KTP atau KK Anda, patut dicurigai.
Ringkasan
Agar bansos PKH dan BPNT tetap cair, hindari tiga hal berikut:
Jangan titipkan pembuatan atau pembaruan KTP dan KK ke calo, urus sendiri secara langsung.
Hindari game online terlarang karena transaksinya bisa dilacak dan berdampak pada status kepesertaan bansos.
Jangan sembarangan meminjamkan KTP dan KK kepada siapapun, termasuk kerabat sendiri, apalagi untuk keperluan yang tidak jelas.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi seluruh penerima manfaat bansos PKH dan BPNT di seluruh Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati