RADAR BOGOR - Saat sebagian layanan publik biasanya berhenti sementara ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, penyaluran bantuan sosial (bansos) justru diupayakan tetap berjalan agar masyarakat prasejahtera tidak kehilangan akses kebutuhan pokok.
Momentum Lebaran yang identik dengan peningkatan pengeluaran rumah tangga membuat pemerintah memastikan program bantuan seperti PKH dan BPNT tetap memiliki mekanisme penyaluran yang jelas meskipun berada di periode libur nasional.
Program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan dua bantuan sosial utama yang rutin disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kedua program ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, Jum'at, 20 Maret 2026 pencairan bansos tidak sepenuhnya mengikuti jadwal libur nasional seperti layanan administrasi biasa.
Penyaluran tetap dilakukan berdasarkan tahap pencairan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah melalui bank penyalur maupun PT Pos Indonesia. Artinya, apabila dana sudah masuk sebelum Lebaran, KPM tetap dapat mencairkannya tanpa harus menunggu hari kerja normal kembali.
Namun demikian, aktivitas operasional di lapangan memang dapat mengalami penyesuaian. Kantor bank, agen penyalur, maupun kantor pos biasanya menerapkan jam layanan khusus selama periode libur Idul Fitri. Oleh karena itu, penerima bantuan dianjurkan mencairkan dana lebih awal apabila saldo sudah tersedia agar tidak terkendala antrean panjang setelah libur.
Pemerintah juga menegaskan bahwa bantuan sosial menjelang Lebaran memiliki tujuan utama untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga penerima.
Dana PKH umumnya digunakan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan keluarga, sementara BPNT difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan seperti beras dan bahan pokok lainnya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk rutin mengecek status bantuan melalui aplikasi resmi atau pendamping sosial di wilayah masing-masing. Hal ini penting karena jadwal pencairan antar daerah bisa berbeda tergantung proses administrasi dan kesiapan penyaluran di lapangan.
Baca Juga: Diduga Overheat, Genset di Cibuluh Bogor Terbakar, Damkar Bergerak Cepat
Menjelang Hari Raya, jumlah transaksi pencairan biasanya meningkat signifikan. Kondisi ini sering menyebabkan antrean panjang di agen bank atau e-warong. Karena itu, pemerintah meminta KPM tidak terburu-buru apabila dana belum masuk, sebab pencairan dilakukan secara bertahap dan tidak serentak dalam satu hari.
Pendamping sosial juga memiliki peran penting selama periode Lebaran. Mereka bertugas memberikan informasi terbaru terkait jadwal pencairan, membantu verifikasi data, serta memastikan bantuan diterima oleh pihak yang berhak. Koordinasi ini menjadi kunci agar penyaluran tetap tertib meski berada dalam suasana libur panjang.
Di sisi lain, pemerintah mengingatkan agar bantuan sosial digunakan secara bijak dan tidak dialihkan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak mendesak. Prioritas utama tetap pada kebutuhan pangan, pendidikan anak, dan keperluan dasar keluarga selama masa perayaan Idul Fitri.
Baca Juga: Cek 3 Tips Menyimpan Rendang Sisa Lebaran 2026 agar Tidak Mudah Basi: Caranya Mudah dan Praktis
Dengan mekanisme tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyaluran PKH dan BPNT tidak sepenuhnya berhenti saat Hari Raya Idul Fitri.
Program tetap berjalan menyesuaikan jadwal tahap pencairan dan operasional penyalur, sehingga masyarakat penerima tetap dapat merasakan manfaat bantuan sosial tepat waktu di tengah kebutuhan Lebaran yang meningkat.
Editor : Asep Suhendar