Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bukan THR Rp600 Ribu di KKS, Ini Sumber Saldo Sebenarnya dari Bansos PKH dan BPNT Jelang Lebaran 2026

Ira Yulia Erfina • Jumat, 20 Maret 2026 | 06:44 WIB

Ilustrasi petugas menyalurkan bansos kepada KPM.
Ilustrasi petugas menyalurkan bansos kepada KPM.

RADAR BOGOR - Isu mengenai adanya Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp600.000 yang dikabarkan cair melalui kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) menjelang Lebaran 2026 ramai dibahas di tengah masyarakat. 

Informasi ini memicu berbagai pertanyaan, terutama bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menemukan adanya saldo masuk dengan nominal tersebut. 

Untuk memahami kondisi yang sebenarnya, perlu melihat penjelasan berdasarkan mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) yang berlaku.

Baca Juga: Libur Idul Fitri di Sini Aja, Kopi Salacca Bogor Jadi Pilihan Staycation Alam Murah Meriah Pasca Lebaran 2026

Mengutip dari kanal Youtube Pendamping Sosial, klarifikasi terkait isu THR Rp600.000 menunjukkan bahwa tidak terdapat program resmi yang menyalurkan THR dalam bentuk uang tunai kepada pemegang kartu KKS. 

THR pada umumnya merupakan tunjangan yang diberikan oleh perusahaan atau instansi kepada pekerja menjelang hari raya. 

Sementara itu, bantuan sosial seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) memiliki skema berbeda karena ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat yang telah terdaftar dalam sistem.

Munculnya saldo sebesar Rp600.000 di kartu KKS memiliki beberapa penjelasan yang berkaitan dengan proses penyaluran bansos. 

Salah satu penyebabnya adalah validasi data penerima, di mana KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT kemudian masuk sebagai penerima PKH karena pembaruan data atau adanya kuota yang tersedia. 

Selain itu, nominal tersebut juga dapat berasal dari komponen bantuan dalam PKH, seperti kategori lansia atau penyandang disabilitas yang memiliki besaran bantuan tertentu. 

Kemungkinan lainnya adalah adanya bansos komplementer, yakni tambahan bantuan BPNT bagi penerima PKH sehingga saldo yang diterima terlihat seperti pencairan baru.

“Tapi mengenai THR Rp600.000 ini itu tidak ada ya Bapak Ibu, dan sampai sekarang juga tidak ada diinformasikan dari Menteri Sosial atau dari lembaga-lembaga lain mengenai hal ini,” ungkap narator melalui kanal Youtube Pendamping Sosial.

Di sisi lain, bantuan yang benar-benar disalurkan menjelang Lebaran tidak berbentuk uang tunai, melainkan berupa bantuan pangan. Bantuan ini terdiri dari beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter. 

Penyalurannya dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah dan sudah mulai berjalan sejak pertengahan Maret, sehingga tidak diterima secara serentak oleh seluruh penerima.

Penyaluran bantuan pangan tersebut menyasar sekitar 35 juta penerima dengan prioritas utama masyarakat yang berada pada kelompok ekonomi terbawah, yaitu desil 1 hingga desil 4. 

Kelompok di luar kategori tersebut memiliki peluang lebih kecil untuk mendapatkan bantuan tambahan ini karena penyaluran difokuskan pada masyarakat yang paling membutuhkan sesuai data yang telah ditetapkan.***

Editor : Asep Suhendar
#kpm #bansos #thr #lebaran 2026