RADAR BOGOR - Menyambut Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan bantuan sosial (Bansos) berupa paket sembako dan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada warga di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Ya, penyaluran Bansos dilakukan di Desa Ngampeldento, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, dengan menyasar ratusan keluarga penerima manfaat (KPM).
Informasi Bansos ini disampaikan melalui kanal resmi media sosial Kemensos.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono turut menyerahkan bantuan secara langsung kepada sekitar 150 KPM.
Bantuan ATENSI yang diberikan meliputi tambahan nutrisi untuk lansia, kasur, hingga alat bantu dengar, dengan total nilai mencapai sekitar Rp15 juta.
Selain itu, bantuan paket sembako juga didistribusikan secara lebih luas kepada sekitar 1.400 KPM di wilayah Kabupaten Magelang.
Nilai total bantuan sembako tersebut diperkirakan mencapai Rp210 juta.
Program ATENSI sendiri ditujukan bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, khususnya yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penerima bantuan umumnya berasal dari kelompok ekonomi terbawah (desil 1–4), memiliki identitas kependudukan yang valid, serta telah melalui proses asesmen oleh pendamping sosial.
Kelompok yang menjadi prioritas antara lain lansia berusia di atas 60 tahun yang hidup sendiri atau terlantar, serta penyandang disabilitas berat yang mengalami keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari.
Untuk kategori lansia, prioritas diberikan kepada mereka yang tidak memiliki keluarga, mengidap penyakit kronis, tinggal di panti sosial, hingga lansia yang hidup sebagai gelandangan atau mengalami penelantaran.
Sementara itu, bagi penyandang disabilitas, bantuan difokuskan pada individu dengan kondisi fisik berat, gangguan sensorik seperti tunanetra atau tunarungu, hingga disabilitas mental maupun intelektual.
Masyarakat yang ingin mendaftar sebagai penerima bansos ATENSI dapat mengajukan diri melalui kantor desa atau kelurahan setempat, dinas sosial kabupaten/kota, maupun melalui pendamping sosial.
Proses pendaftaran mengharuskan calon penerima membawa sejumlah dokumen penting seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, KTP wali, serta surat pengantar dari RT/RW.
Setelah pendaftaran, pendamping sosial akan melakukan verifikasi data dan survei lapangan sebelum mengusulkan calon penerima ke Kemensos untuk proses lebih lanjut.
Untuk mengetahui status penerimaan Bansos, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Cek Bansos yang tersedia di perangkat Android maupun iOS.
Selain itu, informasi juga bisa diperoleh melalui pendamping sosial atau operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di tingkat desa atau kelurahan.
Program Bansos ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan menjelang Hari Raya Idulfitri. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim