RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia dan luka berat akibat longsor di Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Bansos tersebut diberikan secara langsun oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono beberapa hari lalu di Pendopo Banjarnegara.
Dalam pernyataan yang ia sampaikan, Agus Jabo menyampaikan belasungkawa kepada para ahli waris, ia juga mendoakan para korban yangg meninggaunia mendapatkan tempat yang indah di sisi sang pencipta.
"Kami atas nama Kemensos, atas nama pemerintah pusat, ingin mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu ahli waris. Mudah-mudahan almarhum, almarhumah yang kemarin terkena bencana mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT," kata Agus, dikutip dari laman resmi Kemensos.
Santuan yang diberikan totanya mencapai Rp440 juta untuk 28 korban meninggal dunia dan 4 luka berat, dengan masing-masing ahli waris korban meninggal dunia mendapatkan bantuan Rp15 juta.Sementara itu, bagi ahli waris korban luka berat menerima dana bantuan sebesar Rp5 juta.
Bukan hanya itu, Kemensos juga menyerahkan bantuan logistik serta bansos 20 paket sembako yang diharapkan membantu para ahli waris untuk kembali melanjutkan kehidupan mereka.
Agus meminta para penerima bansos untuk tidak melihat nilai dari saja, tapi kehadiran pemerintah di tangah bencana yang tengah dihadapi oleh rakyatnya.
"Jadi sekali lagi mohon maaf bapak-ibu, jangan dilihat nilainya, tapi itu sebagai salah satu bentuk nyata bahwa negara hadir di tengah-tengah kesedihan rakyatnya, pemerintah hadir di tengah-tengah cobaan yang diderita oleh masyarakatnya," jelas Agus Jabo.
Proses penangan bencana longsor di wilayah tersebut sudah memasuki fese rehabilitasi dan rekonstruksi berupa bangunan hunian sementara (huntara) bagi para korban yang terdampak.
Setiap keluarga diberikan bantuan isi rumah dengan totoal sebesar Rp3 juta, mulai dari kasur, lemari, hingga perlengkapan rumah lain.
Dengan hadirnya pemerintah di tengah bencana longsor yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah tersebut, diharapkan bisa sedikit meringankan beban cobaan yang sedang mereka hadapi.***
Editor : Asep Suhendar