RADAR BOGOR - Bagi Anda yang saat ini masih aktif menerima bantuan sosial PKH maupun BPNT, ada informasi penting yang perlu diperhatikan agar bantuan Anda tidak terhenti dan data pribadi Anda tetap aman.
Ancaman Website Palsu Mengintai Penerima Bansos
Dilansir dari YouTube Ach Haris Efendy, saat ini beredar website-website palsu yang tampilannya sangat mirip dengan situs resmi cek bansos milik pemerintah.
Mulai dari warna, tampilan, hingga nama link-nya pun dibuat sangat menyerupai situs aslinya.
Bagi masyarakat awam, tentu sangat sulit membedakan mana yang resmi dan mana yang tidak.
Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat jumlah penerima bansos di Indonesia sangat besar, yakni sekitar 10 juta penerima PKH dan 18 juta penerima BPNT.
Banyak dari mereka yang ingin mengetahui informasi terkait pencairan bantuan, sehingga menjadi sasaran empuk para oknum tidak bertanggung jawab.
Cara Mudah Membedakan Website Resmi dan Palsu
Cara paling mudah untuk mengenali website resmi pemerintah adalah dengan melihat akhiran domain-nya.
Website resmi pemerintah Indonesia selalu berakhiran .go.id, yang merupakan singkatan dari Government of Indonesia. Contohnya, situs resmi cek bansos adalah cekbansos.kemensos.go.id.
Domain .go.id ini sangat sulit diretas atau dipalsukan, sehingga para penipu biasanya tidak mampu menggunakan domain tersebut.
Sebaliknya, jika Anda menemukan website dengan akhiran .com, .net, .org, atau domain lainnya yang mengatasnamakan layanan bansos pemerintah, Anda patut curiga.
Apa yang Diminta Website Palsu?
Website palsu biasanya meminta data-data pribadi yang tidak diminta oleh situs resmi, seperti foto KTP, foto wajah, nomor rekening bank, nomor HP aktif, dan berbagai data sensitif lainnya.
Perlu diketahui, situs resmi cekbansos.kemensos.go.id hanya meminta nomor KTP saja, dan tidak meminta foto atau data lainnya.
Pemerintah pusat tidak memerlukan data tambahan tersebut karena data penerima sudah tercatat di sistem mereka.
Bahaya yang Mengancam Jika Terjebak
Memberikan data pribadi ke website palsu bisa berakibat fatal, di antaranya saldo rekening bisa dikuras habis oleh penipu meskipun jumlahnya tidak besar.
Bahkan data Anda bisa disalahgunakan untuk mengajukan pinjaman online atas nama Anda tanpa sepengetahuan Anda.
Kasus seperti ini sudah benar-benar terjadi, di mana saldo yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sebulan habis karena nomor KTP dan rekening telah dimasukkan ke situs palsu.
Yang Harus Dilakukan
Jika Anda tidak yakin dengan sebuah website atau tautan yang berkaitan dengan bansos, jangan memasukkan data apapun sebelum memastikan kebenarannya.
Konsultasikan kepada pendamping bansos di wilayah Anda. Jika tidak tahu siapa pendampingnya, tanyakan ke kantor desa atau kelurahan setempat, atau minta bantuan kerabat atau tetangga yang lebih paham soal internet.
Ingat, kehati-hatian Anda adalah kunci agar bantuan sosial tetap cair dan data pribadi Anda tetap aman dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
Semoga informasi ini bermanfaat dan kita semua terhindar dari berbagai bentuk penipuan digital.***
Editor : Eli Kustiyawati