RADAR BOGOR - Pemerintah masih terus melakukan pencairan bansos tahap 1 2026 untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan.
Menurut kanal youtube Ariawanagus, walau perkembangan pencairan bansos melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tidak banyak, namun proses penyaluran bantuan masih terus dilakukan.
Walau begitu, status pencairan bansos di tahun 2026 melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) masih belum ada perubahan.
"Yang masih terakhir adalah periode tahap 1 Januari, Februari, Maret," tambah kanal Ariawanagus.
Status pencairan bansos tahap 2 2026, periode April Mei Juni 2026 masih belum ada pergerakan untuk Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT).
Namun, KPM masih bisa melalukan pengecekan status pencairan bansos PKH BPNT secara berkala selama masih aktif.
Jika KPM masih memiliki kendala atau saldonya masih nol, hubungi pendamping di wilayah masing-masing.
Penerima manfaat harus mencari tahu status KPM di SIKS NG, masih aktif atau tidak untuk melihat kemungkinan pencairan bansos.
Apabila periode penyaluran bantuan sudah berubah, maka keterangan status bukan exclude.
KPM akan menerima pencarian bansos apabila data masih dianggap layak dan aktif.
Sementara itu, proses penyaluran bantuan pangan tambahan stimulus berupa beras 20 kg dan 4 liter minyak goreng akan dicek bertahap setelah lebaran.
Penerima manfaat yang terdaftar tidak perlu khawatir karena belum menerima penyaluran beras dan minyak goreng.
"Buat yang belum cair sebelumnya, masih diproses sampai mungkin di akhir bulan Maret," jelas kanal Ariawanagus.
Penyaluran bantuan akan dilakukan hingga awal April 2026 karena membutuhkan waktu untuk mendistribusikan bantuan beras dan minyak goreng.
Editor : Siti Dewi Yanti