Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kemensos Perkuat Akurasi Data Bansos dengan Pemuktahiran Data 3 Bulan Sekali, Simak Penjelasannya

Eli Kustiyawati • Selasa, 24 Maret 2026 | 06:55 WIB

Kemensos lakukan pemuktahiran data dengan ground check KPM bansos setiap 3 bulan sekali
Kemensos lakukan pemuktahiran data dengan ground check KPM bansos setiap 3 bulan sekali

RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) melalui sistem pemutakhiran data yang kini dilakukan setiap tiga bulan sekali, selaras dengan jadwal penyaluran bantuan per triwulan.

Dalam keterangannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa pemutakhiran data yang berjalan secara berkala ini memungkinkan adanya perubahan status penerima manfaat dari satu triwulan ke triwulan berikutnya.

Penerima yang mendapatkan bansos pada triwulan pertama belum tentu menerima pada triwulan kedua, namun bisa kembali menerima pada triwulan berikutnya setelah proses verifikasi ulang.

"Kalau ini kita lakukan terus-menerus secara berkelanjutan, insyaallah ke depan data kita makin akurat," ujar Gus Ipul dikutip dari YouTube Kemensos RI.

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Jadi Acuan

Sesuai arahan Presiden, pemerintah kini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai satu-satunya acuan dalam penyaluran program sosial.

Data ini telah memiliki peringkat berdasarkan desil 1 hingga 10, di mana desil 1 merujuk pada 10 persen kelompok masyarakat paling bawah yang masuk kategori miskin ekstrem.

Proses validasi dan verifikasi akhir data sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kemensos dan Pemerintah Daerah berperan membantu proses pemutakhiran, sementara penentuan data final ada di tangan BPS.

Daerah yang memiliki data lokal sendiri didorong untuk menyerahkannya ke BPS agar dapat diintegrasikan ke dalam data tunggal nasional.

Pemerintah juga menegaskan pentingnya data tunggal ini untuk menutup dua "pintu" risiko sosial, yaitu turunnya kelas menengah menjadi kelompok rentan, dan terjadinya transmisi kemiskinan antargenerasi dalam keluarga miskin.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bantuan sosial #kemensos #bansos #Pemuktahiran Data #Menteri Sosial Saifullah Yusuf