Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Pulang Lebaran Demi Mimpi, Tangis Shinta Pecah Saat Telepon Ibunda: Doakan Aku Lulus Kerja, Mak

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 24 Maret 2026 | 09:07 WIB

Shinta saat menelpon ibunya.
Shinta saat menelpon ibunya.

RADAR BOGOR - Di saat banyak orang pulang kampung untuk merayakan Lebaran Idul Fitri, Shinta justru memilih bertahan.

Ada mimpi besar yang sedang ia perjuangkan.

Ya, suasana Lebaran identik dengan kebersamaan keluarga.

Namun, tidak bagi Shinta. Tahun ini, ia harus merelakan momen berkumpul demi satu harapan besar yakni masa depan yang lebih baik.

Shinta merupakan penerima manfaat disabilitas fisik yang tengah menempuh pelatihan vokasional komputer di Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong, Kabupaten Bogor.

Setelah menyelesaikan program pelatihan, kini ia berada di tahap penting yakni menunggu hasil lamaran pekerjaan yang telah ia ikuti.

Keputusan untuk tidak pulang kampung selama enam bulan bukan hal mudah.

Rasa rindu kepada keluarga, terutama sang ibu, terus ia pendam.

Dalam sebuah panggilan telepon, kerinduan itu akhirnya tak terbendung.

“Mama, apa kabarnya?,” tanya Shinta dengan suara bergetar.

Di ujung telepon, sang ibu menjawab dengan penuh kehangatan.

Meski berjauhan, doa dan dukungan terus mengalir untuknya.

Shinta pun menjelaskan, ia belum bisa pulang tahun ini karena masih menjalani proses pelatihan sekaligus menanti kabar dari pekerjaan yang ia lamar.

“Mama kangen nggak?,” ucapnya lirih.

Jawaban sang ibu sederhana, namun penuh makna yakni rindu yang sama besarnya juga dirasakan di rumah.

Dalam percakapan tersebut, Shinta meminta doa agar bisa lolos seleksi kerja.

Harapannya sederhana, namun begitu berarti yaitu mendapatkan pekerjaan dan suatu hari bisa kembali pulang dengan membawa kabar baik.

“Doakan Shinta ya, Mak… semoga lulus,” pintanya.

Bagi Shinta, Lebaran kali ini bukan tentang pulang, melainkan tentang bertahan.

Bertahan dari rindu, dari kesepian, dan dari berbagai tantangan demi meraih masa depan.

Kisahnya menjadi potret nyata perjuangan penyandang disabilitas yang tidak menyerah pada keadaan.

Dengan tekad kuat dan dukungan keluarga, Shinta terus melangkah, meski harus melewati jalan yang tidak mudah.

Ia percaya, pengorbanan hari ini akan terbayar di masa depan.

Dan suatu saat nanti, kepulangannya akan membawa kebahagiaan yang lebih besar—bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga untuk keluarga yang selalu menunggu di rumah. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #idul fitri #lebaran #Sentra Terpadu Inten Soeweno Cibinong #Shinta