RADAR BOGOR - Bagaimana cara cek desil bansos? Pertanyaan tersebut banyak ditanyakan oleh masyarakat Inonesia, terutama mereka yang berstatus sebagai penerima bantuan sosial.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ternyata kini sudah bisa cek desil bansos dengan mudah, yaitu cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), hal itu selaras dengan informasi yang dikutipdari laman resmi Kemensos.
"Sekarang cek desil bansos dan status bantuan sosial bisa dilakukan secara mandiri hanya dengan NIK," tulis laman resmi Kemensos.
Proses pengecekan ini dinilai cukup efisien karena masyarat tidak perlu menyiapkan beberapa dokumen yang ribet untuk pengecekan desil tersebut.
Bukan hanya itu, KPM kini juga bisa melakukan pengecekan desil secara mandiri tanpa harus datang ke pendamping sosial atau dinas sosial setempat.
Pengecekan mandiri ini juga bisa dilakukan menggunakan handphone yang mereka miliki, yaitu dengan menggunakan aplikasi Cek Bansos dari Kemensos.
Cara Cek Desil Bansos Lewat Aplikasi
1. Unduh Aplikasi
Silahkan untuk mengunduh aplikasi Cek Bansos terlebih dahulu baik melalui Play Store atau App Store.
2. Registrasi Akun
Jika sudah, lakukan proses registrasi dengan menggunakan data KTP, Kartu Keluarga, dilengkapi dengan nomor HP dan email yang masih aktif untuk proses ektivasi.
3. Login ke Aplikasi
Setelah proses aktivasi selesai, silahkan untuk masuk ke aplikasi dengan menggunakan username dan password yang kamu miliki.
4. Pilih Menu Profil
Pada menu profil silahkan untuk melihat tingkat kesejahtaraan (desil) yang kamu milik, biasanya akan muncul keterangan desil satu hingga sepuluh.
Tingkat desil atau kesejahtaraan ekonomi masyarakat sangat menentukan seseorang akan menerima bantuan atau tidak.
Sebagai contoh, bansos PKH dan BPNT di tahun 2026 ini lebih diprioritaskan bagi KPM yang masuk ke dalam kategori desil satu hingga empat.
Degan kata lain, KPM yang masuk ke dalam desil lima hingga sepuluh tidak diutamakan menjadi penerima bansos di tahun ini.
Proses pengecekan desil ini tidak hanya dilakukan berdasarkan besaran pendatan seseorang, dan datanya bersifat dinamis agar bansos bisa sampai tepat sasaran.***
Editor : Asep Suhendar