RADAR BOGOR - Setelah perayaan Idul Fitri tahun 2026, penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) dari pemerintah tetap berlanjut untuk memastikan pemenuhan target penerima secara nasional.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari kanal Youtube Pendamping Sosial, terdapat enam jenis bansos yang masih dicairkan atau dilanjutkan distribusinya karena beberapa faktor seperti kuota yang belum terpenuhi, validasi data baru, hingga kendala teknis di lapangan.
Pertama, pencairan Program Keluarga Harapan tahap 1 masih berlanjut dalam bentuk termin susulan.
Penyaluran ini dilakukan untuk melengkapi target nasional sebanyak 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya belum sepenuhnya terpenuhi sejak dimulai pada Februari.
Dengan adanya pencairan susulan setelah Lebaran, sisa kuota yang belum tersalurkan akan digenapi sesuai data yang telah ditetapkan.
Kedua, Bantuan Pangan Non Tunai atau Program Sembako tahap 1 juga memasuki tahap pencairan susulan.
Mekanisme ini ditujukan bagi KPM yang belum menerima bantuan pada termin sebelumnya, dengan target total mencapai 18,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Penyaluran lanjutan ini memastikan distribusi tetap berjalan merata sesuai kuota nasional yang telah ditentukan.
Ketiga, terdapat skema bantuan melalui proses validasi sistem yang menggabungkan program PKH dan BPNT. Dalam kategori ini, penerima baru ditetapkan berdasarkan hasil seleksi sistem untuk mengisi kekosongan kuota.
Mekanismenya mencakup dua pola, yaitu penerima BPNT yang kemudian terpilih mendapatkan PKH melalui validasi sistem, serta penerima PKH yang memperoleh tambahan BPNT sebagai bantuan komplementer. Skema ini menjadi bagian dari penyesuaian data agar distribusi bantuan lebih tepat sasaran.
Keempat, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahap 1 tahun 2026 tetap berlangsung. Bantuan ini mencakup periode Januari hingga Maret dengan nominal Rp300.000 per bulan, sehingga total yang diterima mencapai Rp900.000.
“Dilakukan percepatan pencairan yaitu untuk Tahap 1 periode Januari, Februari, Maret,” ungkap narator melalui kanal Youtube Pendamping Sosial.
Sasaran utama program ini adalah masyarakat lanjut usia atau warga dengan kondisi kesehatan menahun yang belum terdaftar sebagai penerima PKH maupun BPNT. Di sejumlah wilayah, penyaluran masih berlanjut hingga awal April karena belum selesai sebelum Lebaran.
Kelima, Program Indonesia Pintar termin 1 juga dilanjutkan setelah Lebaran. Program ini menyasar siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga TK dengan alokasi periode Februari sampai April.
Bagi peserta didik yang datanya telah siap namun belum menerima bantuan selama bulan Ramadhan, pencairan akan tetap dilakukan pada tahap lanjutan setelah hari raya.
Keenam, bantuan stimulus berupa pangan masih terus disalurkan. Bantuan ini terdiri dari beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk setiap penerima.
Awalnya program ini direncanakan sebagai tambahan menjelang Lebaran, namun realisasinya mengalami keterlambatan di beberapa wilayah dengan akses distribusi yang terbatas.
Oleh karena itu, penyaluran dilanjutkan hingga April sampai seluruh kuota yang telah ditetapkan dapat tersalurkan secara menyeluruh.***
Editor : Eli Kustiyawati