RADAR BOGOR - Pemerintah saat ini tengah mengkaji rencana strategis untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat.
Dilansir dari YouTube Ariawanagus, langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi global yang kian dinamis, terutama menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga minyak dan bahan pangan pokok.
Pemerintah menyatakan bahwa terdapat potensi besar untuk melakukan penambahan nilai bantuan maupun jumlah penerima bantuan sosial (bansos) pada tahun ini.
Fokus utamanya adalah memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman inflasi akibat krisis global.
"Adanya rencana penambahan bantuan penebalan secara besar-besaran karena efek dari krisis global,” ucap narator YouTube tersebut.
Kebijakan mengenai rencana penebalan bansos ini masih dalam tahap penggodaan intensif dan sedang menunggu keputusan akhir dari Presiden.
Dalam menyusun rencana ini, pemerintah berkaca pada kebijakan tahun-tahun sebelumnya. Saat itu, pemerintah berhasil menyalurkan penebalan bansos dengan nilai berkisar antara Rp200.000 hingga Rp300.000 bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Rencana yang diambil diharapkan bisa menjadi langkah mitigasi pemerintah terhadap dampak peperangan yang menyebabkan harga BBM melambung.
Kenaikan biaya energi biasanya diikuti dengan naiknya harga komoditas pangan, sehingga diperlukan "penebalan" bantuan khusus untuk masyarakat kategori tidak mampu.
Dengan adanya rencana penebalan bantuan ini, diharapkan beban ekonomi masyarakat dapat teringankan dan stabilitas konsumsi rumah tangga tetap terjaga meski kondisi ekonomi dunia sedang tidak menentu.***
Editor : Eli Kustiyawati