RADAR BOGOR - Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali berlangsung pada awal April 2026 dengan nominal Rp600.000 yang mulai disalurkan secara bertahap sejak 31 Maret hingga 1 April 2026.
Penyaluran ini ditujukan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya belum sempat mencairkan bantuan atau mengalami keterlambatan pada tahap sebelumnya, sehingga masuk dalam kategori pencairan susulan.
Berdasarkan data transaksi yang beredar yang dikutip dari kanal Youtube Arfan Saputra Channel pada Rabu, 1 April 2026, penyaluran melalui Bank Mandiri menunjukkan adanya penarikan dana sebesar Rp600.000 pada 31 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 siang dengan lokasi tercatat di SMP CB MMU Peragaan.
Selain itu, terdapat juga transaksi serupa pada 1 April 2026 sekitar pukul 11.00 siang di lokasi JBRCB MMU Sukowono dengan nominal yang sama.
Sementara itu, melalui Bank BRI, pengecekan saldo di wilayah Desa Bongo memperlihatkan adanya dana masuk sebesar Rp600.000 pada tanggal 31 Maret 2026.
Kartu KKS keluaran tahun 2026 juga mulai menunjukkan saldo masuk, seperti yang terpantau di wilayah Magelang pada 1 April 2026 pukul 08.26 pagi dengan nominal Rp1.343.000, yang menunjukkan adanya penyaluran bantuan dalam jumlah lebih besar pada waktu yang bersamaan.
Baca Juga: Hanya Untuk Kategori Ini, Ada Bonus TPG Pada THR 2026, Cek Prediksi Jadwal dan Mekanisme Cairnya
“tanggal 1 April 2026 jam 8.26 menit. Ini daerah Magelang kalau dilihat dari struknya ya, dan juga ini banknya Bank BRI dilihat dari struknya tanggal 1 April 2026 jam 8.26 menit," jelas narator melalui kanal Youtube Arfan Saputra Channel.
"Ini daerah Magelang kalau dilihat dari struknya ya, dan juga ini banknya Bank BRI dilihat dari struknya,” sambungnya.
Selain bantuan tunai, penyaluran bantuan pangan juga berlangsung di beberapa daerah.
Di Kota Banjar, distribusi bantuan berupa beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter telah disalurkan kepada sekitar 1.644 keluarga penerima.
Penyaluran bansos ini menjadi bagian dari distribusi bantuan tambahan yang dilakukan di tingkat daerah.***
Editor : Asep Suhendar