Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali disalurkan dengan nominal Rp600.000 dan mulai cair secara bertahap di berbagai daerah.
Informasi pencairan bansos Sembako ini diperkuat dengan sejumlah bukti transaksi dan laporan langsung dari penerima manfaat di lapangan.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, pencairan BPNT ini masih terus berlangsung hingga awal April 2026, khususnya untuk penerima yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan pada tahap sebelumnya.
Salah satu bukti yang muncul adalah struk penarikan dari Bank Mandiri dengan nominal Rp600.000 yang tercatat pada 31 Maret 2026.
Dalam struk tersebut terlihat adanya penarikan saldo dengan nominal sesuai bantuan BPNT.
Meski terdapat perbedaan format penulisan tanggal pada struk Bank Mandiri di mana bulan dan tanggal tampak tertukar namun informasi tersebut tetap menguatkan bahwa pencairan benar-benar telah dilakukan.
Tak hanya itu, laporan lainnya juga datang dari pengguna Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BRI.
Dari bukti pengecekan saldo yang dibagikan, terlihat saldo sebesar Rp600.000 telah masuk ke rekening penerima pada tanggal yang sama, yakni 31 Maret 2026.
Lokasi yang disebutkan dalam laporan tersebut berasal dari Desa Bongo.
Memasuki tanggal 1 April 2026, pencairan masih terus berlanjut.
Seorang penerima melaporkan telah menarik dana sebesar Rp600.000 melalui Bank Mandiri pada pukul 11.00 siang.
Meski lokasi tidak disebutkan secara rinci, data pada struk menunjukkan wilayah Sukowono sebagai titik transaksi.
Yang menarik, bantuan ini juga sudah mulai diterima oleh pemegang KKS baru tahun 2026.
Salah satu laporan berasal dari wilayah Magelang, di mana penerima mengaku telah mencairkan bantuan pada pagi hari.
Namun, dalam bukti tersebut tercatat sebagai transfer antarbank dengan saldo total Rp1.343.000, yang kemungkinan merupakan gabungan dari beberapa bantuan.
Selain bantuan tunai, pemerintah juga mulai menyalurkan bantuan pangan tambahan di beberapa daerah. D
Di Kota Banjar, Jawa Barat, tercatat sebanyak 1.644 keluarga telah menerima bantuan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Penyaluran ini diharapkan segera merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Bagi masyarakat yang belum menerima bantuan, diimbau untuk rutin mengecek saldo KKS masing-masing serta memantau informasi resmi dari pemerintah.
Dengan mulai cairnya bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama menjelang dan pasca momen Lebaran yang biasanya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.***