RADAR BOGOR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengumumkan percepatan jadwal pencairan bansos tahap 2 yang kini memungkinkan satu Kartu Keluarga (KK) menerima berbagai jenis bansos sekaligus mulai 8 hingga 14 April 2026.
Kebijakan Dobel Bansos ini berlaku secara nasional melalui integrasi Data Tunggal Sosial (DTS) yang disalurkan via Bank Himbara dan PT Pos Indonesia.
Dengan sistem baru ini, keluarga yang memiliki komponen beragam seperti ibu hamil, anak sekolah, dan lansia dalam satu atap, berhak mendapatkan total dana hingga jutaan rupiah, melansir dari kanal YouTube Info Bansos.
Pemerintah sepakat mempercepat pembaruan data dari tanggal 20 menjadi tanggal 10 April untuk mensinkronkan database DTKS, SOSEK, dan P3KE menjadi satu KTP Sosial. Langkah ini diambil agar penyaluran bantuan lebih adil dan menyasar seluruh kebutuhan dalam satu rumah tangga.
Rincian Dobel Bansos yang Bisa Cair ke Rekening Anda
Jika keluarga Anda masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4, berikut adalah kombinasi bantuan yang bisa masuk ke kantong Anda pekan depan:
- PKH (Program Keluarga Harapan): Cair hingga Rp750.000 per komponen (Ibu hamil/Balita).
Cara Cek Apakah Keluarga Anda Penerima Bansos Berlapis
Jangan sampai ada bantuan yang terlewat! Pastikan status Anda aktif dengan langkah berikut:
- Buka Situs: Kunjungi cekbansos.kemensos.go.id.
- Isi Data KTP: Masukkan wilayah domisili dan nama lengkap kepala keluarga atau anggota keluarga.
- Cek Jenis Bantuan: Lihat pada kolom hasil; jika muncul lebih dari satu status YA (misal PKH dan BPNT), maka Anda dipastikan menerima bantuan berlapis.
- Gunakan Aplikasi: Unduh aplikasi Cek Bansos untuk melihat periode pencairan setiap jenis bantuan secara detail.
Selain itu, Kementerian Sosial mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap praktik pungutan liar dalam proses penyaluran bantuan sosial.
“Masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap praktik pungutan liar serta berani melapor apabila menemukan indikasi penyimpangan,” terang video dalam postingan akun instagram @kemensosri.
Jangan sampai bantuan pendidikan anak atau bantuan lansia di rumah Anda hangus hanya karena Anda tidak tahu bahwa keluarga Anda sebenarnya berhak menerima lebih dari satu jenis bantuan.***