Menteri Sosial dalam pertemuan strategis dengan PT Pos Indonesia. (Foto: Instagram @kemensosri)
RADAR BOGOR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf membuka peluang perluasan kerjasama dengan PT Pos Indonesia untuk mempercepat pemberdayaan penerima manfaat bantuan sosial (bansos).
Pertemuan strategis ini berlangsung pada Senin 6 April 2026 di Selalu Ada Kafe, Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, guna membahas sinergi distribusi yang lebih inklusif dan profesional.
Langkah ini diambil untuk memastikan bansos tersalurkan secara cepat, efisien, dan tepat sasaran di tengah dinamika data nasional.
Mensos Saifullah Yusuf menekankan bahwa PT Pos Indonesia bukan sekadar penyalur dana, melainkan mitra strategis yang memiliki jaringan luas hingga ke pelosok negeri.
Fokus utama kebijakan ini adalah menekan biaya operasional penyaluran sekaligus mendorong KPM (Keluarga Penerima Manfaat) agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan program pemberdayaan ekonomi agar bisa mandiri secara finansial.
Kemensos dan PT Pos Indonesia akan mengintegrasikan layanan distribusi dengan pemanfaatan data terbaru untuk menciptakan ekosistem bantuan yang lebih modern:
1. Pemberdayaan KPM: PT Pos tidak hanya mengantar uang, tapi terlibat aktif dalam program kemandirian masyarakat.
2. Efisiensi Biaya: Optimalisasi jaringan pos untuk memangkas biaya distribusi, terutama bagi penerima manfaat baru.
3. Sinkronisasi Data: Penggunaan DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) sebagai acuan tunggal agar bantuan tidak salah sasaran.