RADAR BOGOR - Berdasarkan unggahan terbaru Instagram @kemensosri pada 6 April 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) membuka peluang memperluas kerja sama dengan PT Pos Indonesia, tidak hanya sebatas penyaluran bantuan sosial (bansos), tetapi juga mencakup skema pemberdayaan penerima manfaat.
Hal ini disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul saat menerima audiensi Direktur Utama PT Pos Indonesia di Selalu Ada Kafe, Kementerian Sosial, Senin, 6 April 2026.
Gus Ipul menyebut peluang perluasan kerja sama ini sangat terbuka, mengingat jaringan yang luas dan pengalaman panjang PT Pos Indonesia dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Diprediksi Segera Cair, Cek 3 Ciri KPM yang Pasti Dapat Bantuan
Ia pun mendorong percepatan skema kolaborasi agar PT Pos dapat segera terlibat aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, sekaligus menekan biaya penyaluran bansos.
Pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara kedua pihak guna memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan cepat, tepat sasaran, dan efisien.
Hal ini dinilai semakin krusial dalam menghadapi dinamika data penerima manfaat yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain mendukung percepatan penyaluran, PT Pos Indonesia juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya distribusi, khususnya bagi penerima manfaat baru.
Kondisi ini menjadikan peran PT Pos semakin strategis dalam ekosistem distribusi bantuan sosial nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph menyambut baik penguatan kolaborasi ini.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan layanan yang inklusif dan profesional, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
PT Pos, kata Daud, juga siap mendukung penyaluran bansos secara optimal dan akan aktif memantau pelaksanaan di lapangan guna memastikan bantuan tersalurkan kepada yang berhak menerimanya.***
Editor : Eli Kustiyawati