RADAR BOGOR - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk triwulan pertama tahun 2026 mulai direalisasikan di sejumlah daerah di Indonesia.
Bansos ini diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat.
Berdasarkan laporan dari berbagai wilayah, penyaluran bansos BLT Dana Desa dilakukan untuk periode Januari hingga Maret 2026 dengan total bantuan sebesar Rp900.000 per KPM.
Nominal tersebut merupakan akumulasi dari Rp300.000 per bulan selama tiga bulan.
Di Desa Durian Batakuk, bantuan telah disalurkan kepada lima KPM. Masing-masing penerima mendapatkan Rp900.000 secara langsung. Proses penyaluran juga disertai dokumentasi sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Penyaluran serupa turut dilakukan di wilayah Ciberum Wetan, di mana BLT Dana Desa untuk periode yang sama telah diterima oleh warga penerima manfaat.
Baca Juga: Kabar Baik! Hak PPPK Dipastikan Aman di Tengah Efisiensi Anggaran, Kemendagri Beberkan Faktanya
Sementara itu, di Desa Kayu Putih, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, penyaluran dilakukan dengan metode door to door.
Sebanyak tujuh KPM menerima bantuan langsung di rumah masing-masing pada 6 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak.
Selain itu, di Kelurahan Margoluwih, penyaluran BLT Dana Desa dilakukan dalam beberapa tahap sekaligus dengan proses serah terima yang melibatkan aparat desa dan penerima manfaat.
Baca Juga: Dari Dapur Rumahan ke Pasar Luas, UMKM Kue Semprong Asal Lampung Ini Melejit Berkat Dukungan BRI
Penyaluran juga berlangsung di Desa Gunung Tiga, Kecamatan Belik. Kegiatan ini dilaksanakan di balai desa dan dihadiri oleh perwakilan kecamatan serta perangkat desa setempat.
Program BLT Dana Desa merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial yang bersumber dari anggaran desa.
Bansos BLT Dana Desa ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar serta meringankan beban ekonomi.***
Editor : Maulidia