Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos Tidak Tepat Sasaran Akibat Data Berbeda, Sistem Terpusat di Kementerian Sosial Jadi Solusi

Ira Yulia Erfina • Selasa, 7 April 2026 | 16:27 WIB
Penyaluran Bansos PKH dan Sembako oleh petugas kepada KPM. (Foto: Instagram @kelurahan_bekasijaya)
Penyaluran Bansos PKH dan Sembako oleh petugas kepada KPM. (Foto: Instagram @kelurahan_bekasijaya)

RADAR BOGOR - Permasalahan ketidaktepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) masih terjadi akibat perbedaan data antara pemerintah pusat dan daerah. 

Ketidaksinkronan ini membuat proses penyaluran bansos belum sepenuhnya tepat sasaran, karena data penerima yang digunakan tidak seragam antarinstansi. 

Dampaknya, ada masyarakat yang seharusnya menerima bantuan justru terlewat, sementara yang tidak memenuhi kriteria masih tercatat sebagai penerima.

Baca Juga: Soal Nasib PPPK, Pemkot Punya 3 Strategi, Wali Kota Bogor Dedie Rachim: Kerja yang Baik Biar Kinerjanya Maksimal

Mengutip dari kanal Youtube TVR Parlemen, bahwa selain perbedaan data, tumpang tindih pendataan juga menjadi kendala utama. Pengelolaan data bansos saat ini melibatkan banyak lembaga tanpa sistem terpadu, sehingga menimbulkan kebingungan dalam penentuan tanggung jawab. 

Ketika terjadi kesalahan dalam penyaluran, sering muncul kondisi di mana instansi terkait saling mengandalkan data dari pihak lain tanpa mekanisme koordinasi yang jelas.

Dalam pembahasan ini, Lisda Hendrajoni menegaskan bahwa persoalan data bansos tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan menjadi masalah yang tersebar di berbagai daerah. 

Baca Juga: Emak-Emak hingga Pengemudi Ojol Ikuti Apel Siaga, Kapolres Metro Depok: Perkuat Program Sabuk Kamtibmas

Hal ini menunjukkan perlunya pembenahan sistem secara menyeluruh agar penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan data yang akurat.

“Kalau menurut saya kalau sudah ke Mensos, ya ke Mensos saja gitu, jadi jelas kan siapa mendata, siapa yang bertanggung jawab, siapa yang memberi, jelas gitu loh satu pintu,” ujar Lisda Hendra Joni, anggota Komisi VIII DPR RI melalui kanal Youtube TVR Parlemen.

Beberapa poin yang diusulkan untuk mengatasi masalah ini antara lain penguatan peran Kementerian Sosial sebagai pusat pengelolaan data bansos, baik di tingkat pusat maupun daerah. 

Baca Juga: Cair Serentak Hari Ini, Penyaluran Bansos Stimulus Pangan 7 April 2026, Cek Update SIKS-NG dan Saldo KKS

Selain itu, penerapan sistem satu pintu dinilai penting untuk memastikan seluruh proses pendataan, verifikasi, dan penyaluran berada dalam satu kendali yang jelas. 

Dengan sistem tersebut, alur tanggung jawab menjadi lebih terstruktur dan tidak lagi tersebar di berbagai lembaga.

Di sisi lain, penggunaan data dari Badan Pusat Statistik masih menghadapi kendala dalam hal koordinasi lintas instansi. 

Baca Juga: Calon Pelamar CPNS 2026 Wajib Catat, Gunakan Strategi Ini untuk Taklukkan 110 Soal SKD dalam 100 Menit

Perbedaan struktur kelembagaan membuat sinkronisasi data tidak selalu berjalan lancar, sehingga diperlukan mekanisme integrasi yang lebih kuat agar data yang digunakan benar-benar konsisten.***

Editor : Asep Suhendar
#bantuan sosial #mensos #bansos