RADAR BOGOR - Pemerintah desa di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan komitmen serius dalam memastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa atau BLT DD Triwulan 1 Tahun 2026 tepat sasaran.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mendatangi langsung rumah warga atau yang dikenal dengan metode door to door.
Metode penyaluran bansos ini dinilai lebih efektif karena memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan penerima yang sah, terutama bagi warga lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan untuk datang ke balai desa.
Desa Kayu Putih Pilih Metode Door to Door
Salah satu contoh nyata datang dari Desa Kayu Putih, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Pada Senin 6 April 2026, pemerintah desa setempat menyalurkan BLT Dana Desa Triwulan 1 Tahun 2026 kepada 7 KPM dengan cara mendatangi langsung rumah masing-masing penerima.
Baca Juga: Bansos Tiba-Tiba Tercoret? Begini Cara Usul Ulang PKH dan BPNT agar Bisa Cair Kembali
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kantor Camat Banjar dan disertai dengan dokumentasi lengkap sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa.
Desa Lain Gunakan Mekanisme Penyaluran di Balai Desa
Sementara itu, desa-desa lain memilih mekanisme penyaluran terpusat di balai desa. Seperti yang dilakukan di Desa Gunung 3, Kecamatan Belik, yang menggelar penyaluran BLT Dana Desa periode Januari hingga Maret 2026 secara resmi di Balai Desa Gunung 3.
Baca Juga: Pemerintah Perketat Syarat Bansos: Masuk Desil 1-4 Saja Tidak Cukup, Ini Ketentuannya
Kegiatan tersebut bahkan dihadiri oleh perwakilan dari kecamatan, yakni Camat Belik yang diwakili Kasi PMD Suparto, SE, beserta staf.
Kehadiran unsur kecamatan ini menunjukkan bahwa penyaluran BLT Dana Desa tidak hanya menjadi urusan desa semata, melainkan juga diawasi oleh pemerintah di atasnya demi memastikan prosesnya berjalan sesuai aturan.
Laporan dari Berbagai Daerah Terus Berdatangan
Baca Juga: Mohon Maaf, 4 Kategori KPM Ini Berpotensi Dicoret dan Tidak Akan Menerima Bansos Tahap 2 Tahun 2026
Tidak hanya dari dua daerah tersebut, laporan penyaluran BLT Dana Desa Triwulan 1 Tahun 2026 juga datang dari beberapa wilayah lain.
TPP Renah Pembarap melaporkan penyaluran di Desa Durian Batakuk kepada 5 KPM. Masing-masing KPM menerima Rp300.000 per bulan atau Rp900.000 untuk tiga bulan sekaligus.
Desa Ciberum Wetan juga telah menyelesaikan penyaluran BLT Dana Desa alokasi Januari sampai Maret 2026 kepada warga penerima manfaat di wilayahnya.
Kelurahan Margowulih turut melaksanakan penyaluran BLT Dana Desa Tahap 1, 2, dan 3 Tahun 2026, lengkap dengan dokumentasi serah terima bantuan kepada para KPM.
Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Publik
Dari berbagai laporan yang masuk, satu hal yang menonjol adalah komitmen transparansi dari pemerintah desa.
Setiap penyaluran selalu disertai dengan bukti foto maupun dokumentasi resmi yang dapat diakses publik. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa Dana Desa benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Bagi warga yang desanya belum menyalurkan BLT Dana Desa Triwulan 1 Tahun 2026, tidak perlu khawatir.
Setiap desa memiliki jadwal penyaluran masing-masing yang disesuaikan dengan kesiapan administrasi dan koordinasi dengan pihak kecamatan.
Yang terpenting, pastikan nama Anda sudah terdaftar sebagai KPM di desa tempat tinggal Anda.***
Editor : Eli Kustiyawati