RADAR BOGOR - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia hari ini, Rabu 8 April 2026, terpantau ramai melakukan pengecekan saldo kartu KKS Merah Putih untuk memastikan pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2.
Meskipun pemerintah telah mengumumkan skema percepatan data melalui sistem DTSEN mulai April ini, hasil pantauan di aplikasi perbankan digital menunjukkan saldo bantuan reguler untuk periode April-Juni 2026 sebagian besar masih belum masuk ke rekening penerima.
Mengutip dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, pengecekan saldo secara mandiri yang dilakukan oleh sejumlah KPM pengguna aplikasi Livin' by Mandiri pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB menunjukkan bahwa saldo masih berada di angka Rp0 atau hanya menyisakan saldo minimal dari pencairan tahap sebelumnya.
Baca Juga: Full Senyum Bansos PKH dan BPNT Tahap II Diprediksi Cair Lebih Cepat, Cek Perkiraan Jadwalnya
Hal ini membuktikan bahwa meskipun proses birokrasi di tingkat pusat sedang dipercepat, dana bantuan sosial belum ditransfer secara serentak ke rekening bank penyalur (Himbara).
Menteri Sosial sebelumnya telah menjelaskan bahwa mulai April 2026, penarikan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) dimajukan ke tanggal 10 setiap awal triwulan.
Langkah ini diambil agar verifikasi rekening dan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) bisa rampung lebih awal.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Sembako Tahap II Diprediksi Belum Cair 10 April, Simak Penjelasan Resminya
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa tanggal 10 April adalah batas waktu pemutakhiran data, bukan tanggal uang masuk ke rekening masing-masing KPM.
Bagi KPM yang sedang menanti, tanda pencairan PKH dan BPNT Tahap 2 diprediksi baru akan terlihat mulai minggu ketiga atau akhir bulan April 2026.
Saat ini, pemerintah masih fokus menyelesaikan penyaluran bantuan stimulus tambahan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter di beberapa wilayah seperti Kota Bekasi dan Sumatera Selatan, serta menuntaskan proses pembukaan rekening kolektif (Burekol) bagi penerima manfaat baru.
Adapun rincian nominal bantuan yang akan diterima pada Tahap 2 ini dipastikan tidak mengalami perubahan.
Untuk BPNT, KPM akan menerima Rp600.000 (alokasi 3 bulan), sedangkan untuk PKH, nominal bervariasi tergantung komponen, seperti Ibu Hamil/Balita sebesar Rp750.000 dan Lansia/Disabilitas sebesar Rp600.000 per tahap.
Pastikan status kepesertaan Anda di laman resmi pemerintah tetap aktif dan berada pada Desil 1 hingga Desil 4 agar bantuan cair tepat waktu.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru melakukan pengecekan ke mesin ATM demi menjaga keamanan kartu KKS agar tidak rusak atau tertelan.
Perubahan status di aplikasi SIKS-NG dari Cek Rekening menjadi SPM (Surat Perintah Membayar) akan menjadi tanda kuat bahwa dana segera cair.
Oleh karena itu, koordinasi dengan pendamping sosial di wilayah masing-masing sangat disarankan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Segera pastikan data NIK Anda sudah padan dengan Dukcapil dan cek status penerima secara berkala melalui laman cekbansos.go.id.
Kementerian Sosial kembali mengingatkan masyarakat terkait pentingnya kewaspadaan terhadap informasi hoaks yang meminta biaya administrasi atau data pribadi selain dari kanal resmi Kementerian Sosial.
“Masyarakat dihimbau untuk waspada terhadap praktik pungutan liar serta berani melapor apabila menemukan indikasi penyimpangan,” ulas video dalam unggahan akun instagram @kemensosri.***
Editor : Eli Kustiyawati