RADAR BOGOR – Perum Bulog terus memperkuat komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
Kali ini, giliran warga Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, yang menerima bantuan dalam program stimulus dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Direktur Utama Dr. Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara lengkap dan tepat sasaran kepada seluruh keluarga penerima manfaat.
"Tujuan daripada bantuan pangan dan kami hadir di sini adalah untuk mengecek betul sejauh mana program bantuan pangan itu sampai ke tangan para penerima manfaat. Karena program bantuan pangan dari Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan kepada lebih dari 33 juta penduduk Indonesia," ujar Dirut Bulog.
Secara nasional, program ini telah menjangkau sekitar 33,2 juta penerima bantuan pangan di seluruh Indonesia.
Untuk alokasi periode Februari hingga Maret 2026, setiap penerima memperoleh 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Baca Juga: KPM Bansos Wajib Pahami Sistem Kuota Desil dalam DTSEN dan Pengetatan Kriteria Penerima Manfaat
Di Kota Mojokerto sendiri, total terdapat 14.507 keluarga penerima manfaat. Khusus di Kelurahan Gunung Gedangan, sebanyak 832 penerima telah terealisasi 100 persen.
Antusias warga pun terlihat jelas. Sejumlah penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih mereka atas bantuan yang diterima.
"Terima kasih Pak Prabowo. Dikasih bantuan pangan. Alhamdulillah. Pak Prabowo semoga panjang umur, sehat selalu," ucap salah seorang warga penerima.
Baca Juga: Cek Saldo KKS Hari Ini! Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Per 10 April 2026
Warga lainnya turut menyampaikan rasa terima kasih dalam bahasa Jawa, "Matur suwun Pak Presiden ansal bantuaning pemerintah. Kami sangat senang dan semoga bermanfaat."
Kehadiran langsung Dirut Bulog di lokasi penyaluran menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan rakyat yang membutuhkan, tanpa ada yang terlewat maupun tidak tepat sasaran.***
Editor : Eli Kustiyawati