RADAR BOGOR - Pembaruan terbaru per 9 April 2026 menunjukkan bahwa proses persiapan penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler masih berada pada tahap awal, khususnya untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang akan dialokasikan pada periode April hingga Juni 2026.
Berdasarkan pengecekan langsung pada sistem SIKS-NG oleh pendamping sosial yang dilansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Jumat, 10 April 2026, data penerima untuk tahap kedua belum mengalami pembaruan.
Nama penerima, periode penyaluran, serta data pembayaran masih belum muncul di dalam sistem.
Kondisi ini sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar luas di media sosial terkait pembaruan status pencairan, yang hingga saat ini belum terbukti sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dari sisi kuota, jumlah penerima bantuan tetap mengacu pada alokasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Program PKH disiapkan untuk menjangkau sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sementara BPNT atau bantuan sembako memiliki kuota lebih besar, yakni sekitar 18 juta KPM.
Penentuan penerima masih mengacu pada klasifikasi kesejahteraan berbasis desil, dengan prioritas utama pada kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
Dalam perkembangan terbaru, dijelaskan bahwa kelompok Desil 3 dan Desil 4 masih memiliki peluang menerima bantuan selama kuota tersedia, sehingga informasi yang menyebutkan mereka tidak lagi berhak menerima bantuan tidak sesuai dengan kondisi yang dijelaskan.
Di sisi lain, penyaluran bantuan pangan mulai menunjukkan progres di berbagai wilayah.
Bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter mulai didistribusikan secara bertahap sejak awal April 2026.
Penyaluran ini dilakukan di sekitar 30 wilayah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dengan jadwal dan pelaksanaan yang tidak seragam di setiap lokasi.
“Kurang lebih ada sekitar 30 wilayah secara serentak di hari ini melaporkan menyalurkan kembali bantuan beras dan minyak 4 liter,” ungkap narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Untuk wilayah Sumatera, distribusi telah berlangsung atau dijadwalkan di beberapa daerah seperti Aceh (Pidie Jaya dan Bandar 2), Jambi (Lembah Masurai), Pekanbaru, Batam, dan Bengkulu.
Sementara itu di Pulau Jawa, penyaluran terpantau di Jakarta Barat (Kalideres), Bekasi, Bogor, Cianjur, Ciamis, Tangerang (Cikokol), Surabaya, Kediri, Probolinggo, Lumajang, Magelang, Yogyakarta (Kulonprogo dan Wates), Sukoharjo, Klaten, hingga Sragen.
Di wilayah lain, distribusi juga dilaporkan berlangsung di Pontianak untuk Kalimantan serta Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur.
Belum meratanya penyaluran bantuan pangan di seluruh wilayah dipengaruhi oleh proses distribusi logistik yang dilakukan secara bertahap.
Pengiriman beras dan minyak goreng tidak tiba secara bersamaan di setiap daerah, sehingga waktu penyaluran menyesuaikan dengan ketersediaan barang di masing-masing lokasi.
Selain itu, proses koordinasi antara Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta pemerintah daerah setempat juga menjadi faktor yang menentukan jadwal pembagian bantuan kepada masyarakat.***
Editor : Eli Kustiyawati