RADAR BOGOR - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia mulai dihebohkan dengan laporan adanya saldo masuk senilai Rp600.000 di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI pada Sabtu, 11 April 2026.
Kabar ini muncul di tengah proses percepatan pendataan yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk penyaluran bansos Tahap 2.
Namun, benarkah dana tersebut adalah pencairan untuk alokasi April-Juni? Para penerima manfaat wajib menyimak rincian ini agar tidak salah informasi saat mengecek ke ATM.
Fakta Saldo Rp600 Ribu di KKS BNI
Melansir dari kanal YouTube CEK BANSOS, berdasarkan laporan di lapangan, saldo senilai Rp600.000 yang terpantau masuk di KKS Bank BNI pada tanggal 10 April kemarin bukanlah bantuan PKH atau BPNT Tahap 2 (April-Mei-Juni). Dana tersebut merupakan bantuan bagi kategori KPM khusus.
“Ini adalah proses penyaluran bagi KPM peralihan dari Pos ke kartu KKS, atau KPM baru yang baru mendapatkan kartu KKS baru sekitar bulan Februari atau awal April. Ini adalah pencairan BPNT susulan tahap pertama, bukan tahap kedua,” ungkap narator dari kanal Cek Bansos.
Artinya, bagi Anda yang baru saja beralih dari pencairan lewat Kantor Pos ke KKS atau merupakan KPM baru hasil validasi sistem, saldo tersebut adalah hak Anda untuk tahap pertama yang baru sempat terbayarkan sekarang.
Update Terbaru SIKS-NG dan Percepatan Data BPS
Bagi KPM reguler yang menantikan bansos Tahap 2, ada perkembangan penting dari sisi sistem. Badan Pusat Statistik (BPS) dilaporkan telah menyerahkan hasil pemutakhiran data terbaru kepada Kementerian Sosial pada 10 April 2026.
Baca Juga: KPM Jangan Buru-buru Cek Saldo, Simak Status Terbaru Pencairan Bansos Tahap 2 2026 di Semua KKS
Data inilah yang akan menjadi acuan siapa saja nama-nama yang layak mendapatkan pencairan di triwulan kedua.
Meskipun data sudah di tangan Kemensos, status di aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) hingga hari ini terpantau masih berada di tahapan alokasi Januari-Maret.
Hasil Cek Saldo Mobile Banking: Mandiri, BRI, dan BNI
Supaya KPM tidak perlu bolak-balik ke mesin ATM, lebih baik lakukan pengecekan status real-time melalui layanan mobile banking di tiga bank penyalur utama:
- Bank Mandiri (Livin'): Hasil pengecekan menunjukkan saldo masih nol atau belum ada transfer masuk untuk alokasi Tahap 2.
- Bank BRI (BRimo): Belum terpantau adanya saldo masuk baik untuk komponen PKH maupun BPNT.
- Bank BNI (Wonder): Kecuali untuk KPM susulan/peralihan Pos, saldo untuk penerima reguler Tahap 2 masih terpantau nihil.
Waspada Desil dan Validasi NIK
Pencairan tahun 2026 ini sangat bergantung pada status Desil kemiskinan Anda. Sesuai kebijakan terbaru, prioritas utama diberikan kepada masyarakat yang berada di Desil 1 hingga Desil 4.
Pastikan NIK Anda sudah padan dengan data Dukcapil dan status kepesertaan Anda masih aktif di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Jika data tidak sinkron, bantuan dipastikan akan tertahan meskipun proses pencairan nasional sudah dimulai.
Mengingat status di SIKS-NG belum menunjukkan keterangan Standing Instruction (SI) untuk alokasi April-Juni, KPM diimbau untuk tidak terburu-buru mengecek ke mesin ATM secara berlebihan.
Tunggulah informasi resmi dari pendamping sosial di wilayah masing-masing mengenai terbitnya SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana).
Pastikan data kependudukan Anda tetap valid dan jangan mudah tergiur informasi hoaks yang menjanjikan bantuan tambahan tanpa sumber resmi dari Kemensos RI.
Tetap pantau akun cekbansos.kemensos.go.id untuk melihat status kepesertaan Anda secara mandiri.***
Editor : Eli Kustiyawati