RADAR BOGOR - Kementerian Sosial Republik Indonesia telah menerima hasil pemutakhiran data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 10 April 2026.
Data tersebut selanjutnya akan diolah untuk keperluan proses penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua, yang mencakup alokasi bulan April, Mei, dan Juni 2026.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, seiring dengan kabar penyerahan data tersebut, beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan adanya saldo masuk senilai Rp600.000 di kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui Bank BNI. Saldo tersebut tercatat masuk pada tanggal 10 April 2026 pukul 11.49 siang.
Baca Juga: Cukup Lewat HP, Ini Cara Cek Nama Penerima Bansos BLT Desa dan PBI JK Terbaru 2026
Namun perlu dipahami, pencairan senilai Rp600.000 tersebut bukan merupakan pencairan bansos tahap kedua.
Dana yang masuk itu merupakan penyaluran BPNT susulan tahap pertama, yang diperuntukkan bagi KPM peralihan dari penyaluran melalui kantor pos ke kartu KKS, serta bagi KPM baru yang baru pertama kali menerima bantuan sosial.
Untuk memastikan status pencairan bansos tahap kedua, telah dilakukan pengecekan langsung melalui mobile banking di tiga bank penyalur, yakni Bank Mandiri melalui aplikasi Livin' by Mandiri, Bank BRI melalui BRImo, dan Bank BNI melalui aplikasi Wondr by BNI.
Hasilnya, ketiga bank tersebut menunjukkan bahwa hingga 11 April 2026, belum ada saldo masuk untuk PKH maupun BPNT tahap kedua.
Selain itu, berdasarkan pengecekan di sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation), data periode salur terbaru untuk tahap kedua juga belum terupdate.
Sistem tersebut masih menampilkan data tahap pertama, yakni periode Januari, Februari, dan Maret. Nama-nama penerima bansos tahap kedua pun belum muncul di dalam sistem.
Dengan demikian, para KPM diimbau untuk tidak terburu-buru melakukan pengecekan saldo di kartu KKS masing-masing.
Proses pencairan bansos PKH dan BPNT tahap kedua akan diinformasikan lebih lanjut sesuai dengan pembaruan data yang muncul di SIKS-NG.***
Editor : Eli Kustiyawati