RADAR BOGOR – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap kedua pada April 2026.
Hingga 12 April 2026, bansos dengan total nilai mencapai Rp76,6 miliar telah mulai disalurkan kepada masyarakat penerima di berbagai daerah.
Penyaluran bansos tahap kedua ini mencakup bantuan adaptif bagi korban bencana serta program reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saat ini masih dalam proses distribusi.
Baca Juga: HMI IUQI Apresiasi Peresmian Universitas Islam Bogor, Jadi Titik Awal Transformasi Pendidikan Islam
Salah satu penyaluran bantuan dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada 10 April 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf turun langsung ke lapangan untuk menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana.
Secara keseluruhan, pemerintah pusat telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp25,18 miliar untuk wilayah tersebut. Pada tahap kedua ini, bantuan difokuskan pada upaya pemulihan pascabencana.
Adapun rincian bantuan meliputi jaminan hidup senilai Rp28,22 miliar untuk lebih dari 20 ribu jiwa.
Bantuan isi hunian rumah sebesar Rp17,82 miliar bagi ribuan kepala keluarga, stimulus sosial ekonomi senilai Rp9,7 miliar, serta santunan untuk korban luka berat sebesar Rp935 juta.
Selain bantuan bagi korban bencana, penyaluran bansos reguler seperti PKH dan BPNT juga mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah daerah.
Baca Juga: Penutupan Peron Stasiun Bogor Mundur, Jadwal KRL Belum Berubah
Beberapa penerima manfaat melaporkan bahwa bantuan telah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui bank penyalur.
Besaran bantuan yang diterima masyarakat bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga lebih dari Rp2 juta, tergantung pada komponen bantuan yang diterima masing-masing keluarga.
Di wilayah Jawa Barat, misalnya, ribuan KKS dilaporkan telah menerima tambahan saldo, menandakan proses distribusi bantuan mulai berjalan.
Meski demikian, secara nasional penyaluran PKH dan BPNT tahap kedua untuk periode April hingga Juni 2026 masih berada pada tahap awal.
Hal ini disebabkan proses verifikasi dan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang masih berlangsung, sehingga data pada sistem belum sepenuhnya diperbarui.
Di sisi lain, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng juga telah mulai didistribusikan secara bertahap di beberapa daerah.
Pemerintah menargetkan penyaluran bansos tahap kedua ini mulai berjalan sejak pekan kedua April 2026.
Baca Juga: Siapkan Diri untuk CPNS 2026: Selain dengan CAT, Materi SKB Dapat Berupa 9 Jenis Tes Ini
Untuk memastikan bantuan diterima tepat waktu, masyarakat diminta aktif memantau status penyaluran.
Warga diimbau untuk memastikan data mereka telah terdaftar dan valid melalui situs resmi cek bansos, rutin mengecek saldo KKS melalui ATM atau layanan mobile banking, serta berkoordinasi dengan pendamping sosial atau dinas sosial setempat jika bantuan belum diterima.
Langkah tersebut dinilai penting agar proses penyaluran bansos dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat yang membutuhkan. (***)
Editor : Yosep Awaludin