RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) baru menerima pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 10 April 2026.
Walau begitu, menurut kanal youtube Pendamping PKH, bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) tahap 1 2026 masih terus disalurkan, menjelang pencairan bansos tahap kedua.
"Jadi dipastikan sahabat-sahabat yang ngecek kemarin tanggal 10 tanggal 11 yang cair Rp600.000 adalah KPM Lama," sebutnya.
Baca Juga: Kota Depok Memasuki Pancaroba, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang
Penerima manfaat yang menerima saldo Rp600.000 pada tanggal tersebut merupakan KPM PKH yang belum menerima pencairan bansos BPNT.
"Sebagaimana memang ini sudah dijelaskan dan sudah diinstruksikan oleh Kementerian Sosial melalui surat resmi kepada para pendamping seluruh Indonesia," jelas kanal Pendamping PKH.
KPM PKH Murni yang menjadi KPM Komplementer dan belum menerima pencairan bansos BPNT, akan menerima bantuan pangan di tahun 2026.
"Semua menjadi KPM komplementer sehingga yang biasanya menerima bantuan PKH itu menerima bantuan BPNT juga," tambah kanal Pendamping PKH.
Baca Juga: Asik Mancing, Warga Temukan Mayat Mengambang di Danau Binong Cileungsi Bogor
KPM PKH yang menjadi KPM Komplementer dapat mengecek status di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG), karena sudah berhasil top up untuk mendapatkan bansos BPNT.
Sementara itu, pencairan PKH BPNT tahap 2 2026 masih belum masuk saldo bantuan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Bagi para KPM PKH sebaiknya menanyakan langsung kepada para pendamping masing-masing untuk melihat progres status di SIKS NG.
Hasil pengecekan di SIKS NG hingga Minggu, 12 April 2026 masih terpantau belum muncul untuk bansos periode April Mei Juni 2026.
Para pendamping bisa memantau daftar nama penerima dan perkembangan penyaluran sampai dengan proses cek rekening, surat perintah membayar (SPM), hingga standing instruction (SI).
Editor : Siti Dewi YantiSumber : Youtube Pendamping PKH