Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mulai April, Kemensos Gunakan DTSEN untuk Pastikan Bansos Pendidikan Tepat Sasaran Lewat Program Sekolah Rakyat

Kholikul Ihsan • Selasa, 14 April 2026 | 04:54 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama dengan Bupati pesawaran dan Bupati Ogan Komering Ulu. (Foto: Instagram @kemensosri)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama dengan Bupati pesawaran dan Bupati Ogan Komering Ulu. (Foto: Instagram @kemensosri)

RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan pendaftaran pendidikan terbuka, melainkan bagian dari skema bansos pendidikan yang menjangkau langsung anak-anak penerima manfaat dari keluarga prasejahtera. 

Penyaluran dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar program tepat sasaran.

Hal ini disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Senin 13 April 2026, dilansir dari instagram @kemensosri.

Baca Juga: Bansos Tahap Dua 2026 Belum Cair, Simak Bocoran Jadwal, Daerah Prioritas, dan Cara Cek Saldo Terbaru

Bansos Pendidikan Terpadu Lewat DTSEN

Menurut Menteri Sosial, Sekolah Rakyat akan memprioritaskan anak-anak dari keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 DTSEN.

Data ini mewakili kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah di Indonesia.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Siap Cair, Kemensos Pakai Data Baru DTSEN, Cek Selengkapnya

Calon penerima akan diverifikasi langsung oleh pendamping PKH, Badan Pusat Statistik (BPS), dan pemerintah daerah sebelum ditetapkan oleh Kemensos. Proses ini memastikan tidak ada penerima bantuan ganda, fiktif, atau di luar kategori prasejahtera.

Disambut Daerah, Siap Dukung dari APBD

Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, menyatakan kesiapan daerahnya mendukung penuh program bansos pendidikan tersebut. Ia menjelaskan Pemkab telah menyiapkan lahan dan proposal agar Pesawaran menjadi wilayah prioritas Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Update Terbaru! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Memasuki Tahap Finalisasi, Cek Skema Barunya

Senada, Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, memastikan dukungan dari APBD untuk pembangunan sarana pendidikan agar sesuai standar Kemensos, mengingat tingginya antusiasme warga akan bantuan pendidikan untuk anak-anak mereka.

Mekanisme Penjangkauan dan Verifikasi

Kemensos menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Anak-anak penerima manfaat dijangkau otomatis berdasarkan data DTSEN dan hasil verifikasi lapangan.

Baca Juga: Jelang Pencairan Tahap 2, Ini 5 Fokus Utama Kemensos dalam Penyaluran Bansos PKH dan BPNT April 2026, KPM Wajib Simak

Tahapan penjangkauan bansos pendidikan:

Baca Juga: Jadwal Cair Bansos PKH BPNT Triwulan II 2026 Terbaru: Perubahan Data KPM, Nominal Bantuan, dan Cara Akses Dana

Waspadai Informasi Palsu

Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan pendaftaran Sekolah Rakyat atau bansos pendidikan mandiri.

Kemensos menegaskan semua proses bansos ini dilakukan otomatis melalui data DTSEN yang sudah divalidasi oleh lembaga resmi.

Baca Juga: KPM Harus Tahu! Cek Fakta Bansos Tahap 2 Cair 10 April 2026, Ini Penjelasan Mengenai Saldo KKS Masih Kosong

KPM diminta rutin mengecek dan memperbarui data sosial-ekonomi keluarga mereka di Dinas Sosial, agar tetap tercatat aktif dalam sistem DTSEN.

Cek kembali data bansos Anda di laman resmi cekbansos.kemensos.go.id atau melalui aplikasi Cek Bansos.

Pastikan NIK valid dan sesuai domisili terbaru agar tetap terdaftar dalam penerima bansos pendidikan Sekolah Rakyat mulai April 2026.***

Editor : Eli Kustiyawati
#pendaftaran pendidikan terbuka #Sekolah Rakyat #kemensos #bansos #DTSEN