RADAR BOGOR - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, program Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran bagi masyarakat.
Seleksi calon siswa dilakukan melalui mekanisme penjangkauan langsung berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi sejumlah kepala daerah di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, calon siswa akan diambil dari kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Data tersebut kemudian diverifikasi langsung di lapangan oleh pendamping PKH, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah.
“Tidak ada pendaftaran. Semua dijangkau melalui data, lalu diverifikasi agar tepat sasaran,” ujar Gus Ipul, pada Selasa, 14 April 2026.
Ia menekankan, hasil verifikasi harus mendapatkan persetujuan orang tua dan kepala daerah sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat program.
Selain itu, proses seleksi tidak menggunakan tes akademik, melainkan tes kesehatan dan pemetaan bakat (talent mapping) guna melihat potensi siswa sejak dini.***
Editor : Maulidia