Hore! Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Dipercepat, Data DTSEN Sudah Masuk ke Kemensos, Cek Selengkapnya
Kholikul Ihsan• Selasa, 14 April 2026 | 20:21 WIB
Ilustrasi KPM mencairkan saldo bansos. (Foto: Instagram @pkhbanjarsari)RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) membawa kabar gembira bagi 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia terkait pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026.
Berkat kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), data pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume 2 diterima 10 hari lebih cepat dari jadwal biasanya, yakni pada 10 April 2026, melansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Percepatan data ini menjadi sinyal kuat bahwa saldo bansos tunai akan segera masuk ke rekening KKS Bank Himbara maupun melalui kantor pos dalam waktu dekat.
Langkah percepatan ini merupakan hasil kesepakatan antara Kemensos dan BPS agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menerima bantuan triwulan kedua.
Biasanya, penyerahan data hasil pemutakhiran dilakukan setiap tanggal 20, namun kali ini dimajukan menjadi tanggal 10 April.
Dinamika Data: Ada yang Terhapus dan Ada Penerima Baru
Masyarakat perlu memahami bahwa data penerima bansos bersifat dinamis. Dalam penyaluran tahap 2 ini, terdapat proses verifikasi yang ketat yang memungkinkan terjadinya inclusion error (penerima yang sudah dianggap mampu tidak lagi menerima bantuan).
“Pihak yang tidak lagi berhak namun masih tercatat sebagai penerima sebanyak 11.014 penerima atau 0,06 persen dari penerima bansos sebelumnya akan dikeluarkan dari daftar,” ulas narator dalam video unggahan instagram @kemensosri.
Selain itu, KPM yang telah meninggal dunia akan dihapus dari daftar dan dialihkan kepada warga lain yang memenuhi kriteria. Hal ini dilakukan demi menjaga keadilan agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan desil 1 sampai desil 4 (masyarakat paling membutuhkan).
Skema Penyaluran
Penyaluran tetap menggunakan dua mekanisme utama. Sebagian besar bantuan dikirim langsung melalui rekening Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI). Bagi KPM yang tidak memiliki rekening, bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia yang bisa diambil di kantor pos, kantor kecamatan, atau balai desa.
Istimewanya, bagi lansia dan penyandang disabilitas yang kesulitan mobilisasi, petugas PT Pos akan mengantarkan bantuan langsung ke depan pintu rumah mereka.
Sinyal Penebalan Bansos di Pertengahan Tahun
Pemerintah juga memberikan bocoran mengenai kemungkinan adanya stimulus ekonomi tambahan atau penebalan bansos seperti tahun-tahun sebelumnya.
Meskipun belum menjadi keputusan final, simulasi penambahan penerima manfaat dari 18 juta menjadi 35 juta KPM mulai dibahas bersama Menko. Kebijakan ini biasanya diluncurkan di pertengahan tahun (Juni-Juli) sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap daya beli masyarakat.
Kemensos menekankan transparansi data dengan membuka partisipasi masyarakat seluas-luasnya. Jika Anda merasa berhak namun bantuan tidak cair, atau sebaliknya melihat ada bantuan yang tidak tepat sasaran, pemerintah telah menyiapkan kanal komplain resmi.
Anda bisa melapor ke operator desa, Dinas Sosial setempat, atau menghubungi layanan Command Center 171 dan WA Center di nomor 0887 7171 1171.
Segera pastikan status kepesertaan Anda secara mandiri melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat. Pastikan data NIK Anda telah padan dan tidak bermasalah agar proses pencairan tahap 2 berjalan lancar tanpa kendala administratif.***