RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan, bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH dan BPNT) tahap 2 2026 akan cair pada April.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf berharap, pada minggu ketiga atau pekan terakhir April 2026, diharapkan bansos tahap 2 2026 sudah mulai dicairkan.
Kanal youtube Pendamping PKH mengingatkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk melakukan pengecekan secara berkala.
"Namun tidak lepas komunikasi dan koordinasi dengan para pendamping masing-masing untuk memastikan apakah dapat bantuan atau masih aktif atau tidak," tambahnya.
Lebih lanjut, Saifullah Yusuf menjelaskan, penyaluran bansos harus berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terus diperbaharui setiap 3 bulan sekali.
Diketahui, Kemensos telah menerima pemutakhiran data pencairan bansos tahap 2 2026 pada 10 April 2026.
Total daftar penerima bansos yang akan menerima pencairan mencapai 18 juta KPM PKH dan BPNT dan langsung dikirim melalui rekening masing-masing bank Himbara dan PT Pos Indonesia.
Bagi KPM yang berusia lanjut atau penyandang disabilitas, pihak kecamatan maupun kelurahan akan mengantarkan langsung ke rumah masing-masing.
Kemensos mengatakan, sejumlah KPM tidak akan menerima pencairan bansos tahap 2 2026, walaupun sudah mendapat bantuan pada penyaluran triwulan pertama.
Apabila ada KPM yang tidak menerima bansos, sebaiknya cek terlebih dahulu penyebab tidak mendapat bantuan dengan melakukan komunikasi ke pendamping setempat masing-masing.
Menurut Saifullah Yusuf, KPM yang tidak menerima pencairan bansos tahap kedua dikarenakan adanya pembaruan data yang bersifat dinamis.
Mensos mempersilakan KPM untuk komplain atau mengusulkan keberatan melalui saluran yang telah disediakan oleh Kemensos jika tidak sesuai.
KPM bisa menghubungi langsung operator desa untuk melakukan pembaharuan data untuk mengecek keaktifan kepesertaan bansos.
Editor : Siti Dewi Yanti