RADAR BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mempersiapkan penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua untuk alokasi April hingga Juni 2026.
Berdasarkan pemantauan channel Cek Bansos per 15 April 2026, terdapat lebih dari 11 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dicoret, sementara 25 ribu KPM baru akan dimasukkan sebagai penerima bantuan, dikutip dari laman YouTube CEK BANSOS.
Data Terbaru di SIKS-NG Masih dalam Proses Pembaruan
Dalam laporan yang disampaikan, hingga 15 April 2026 menu monitoring data salur di aplikasi SIKS-NG milik pendamping sosial belum menunjukkan pembaruan untuk periode April hingga Juni.
Baca Juga: Update SIKS-NG: Kemensos Masih Olah DTSEN Terbaru, Bansos PKH-BPNT Tahap 2 Belum Muncul di Sistem
Data terakhir yang aktif masih periode Januari hingga Maret 2026. Namun, sistem telah menunjukkan tanda refresh data, menandakan proses pembaruan sedang berlangsung dan tinggal menunggu hasil finalisasi daftar nama penerima.
11 Ribu KPM Dicoret dari Daftar Penerima
Berdasarkan hasil pemutakhiran basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DETIK-SEN) yang dilakukan oleh BPS dan Kemensos per 13 April 2026, sebanyak 11.014 KPM dinyatakan tidak lagi berhak menerima bantuan di tahap kedua.
Alasan pencoretan antara lain karena KPM memiliki penghasilan setara UMR, terdapat anggota keluarga yang diangkat menjadi ASN atau P3K, kepemilikan aset tidak layak, hingga status ekonomi sudah masuk kategori mampu. Selain itu, beberapa data juga dihapus karena penerima telah meninggal dunia.
25 Ribu Penerima Baru Siap Disalurkan
Sebagai penggantinya, pemerintah menyiapkan 25.665 KPM baru yang berasal dari kelompok masyarakat Desil 1 hingga Desil 4 yang selama ini belum pernah menerima bantuan sosial.
Penyaluran tahap kedua ini rencananya akan dilakukan melalui Kantor Pos atau undangan resmi dengan kode barcode, seraya memastikan penerimaan tepat sasaran dan transparan di lapangan.
Penegasan dari Menteri Sosial
Menteri Sosial menyebutkan, bahwa data penerima bantuan sosial bersifat dinamis, pembaruan data secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan sosial lebih akurat dan adil sesuai kondisi terkini masyarakat.
“Ada yang sebelumnya tidak menerima, sekarang menerima. Dan ada yang selama ini menerima tetapi masuk ke inclusion error, sehingga tidak menerima lagi. Jadi memang data ini dinamis,” ungkap Menteri Sosial dalam konferensi pers di kantor Kemensos, Senin 13 April 2026.
Proses penyaluran bansos tahap dua akan dilakukan secara bertahap hingga akhir April 2026.
Masyarakat yang daerahnya belum tercantum dalam daftar diminta untuk bersabar dan aktif berkoordinasi dengan pendamping sosial di wilayah masing-masing untuk memastikan status data mereka.
Bagi masyarakat penerima manfaat, penting untuk rutin mengecek pembaruan data di aplikasi Cek Bansos atau melalui pendamping sosial setempat.
Jika nama Anda belum muncul, tetap tenang dan tunggu pengumuman resmi tahap penyaluran berikutnya agar proses berjalan tepat sasaran.***
Editor : Eli Kustiyawati