RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) tahap 2 tahun 2026 mulai memasuki fase yang semakin jelas setelah adanya penyampaian jadwal resmi dari Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Dalam perkembangan terbaru yang dilansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Kamis, 16 April 2026, penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) ditargetkan mulai berlangsung secara bertahap pada minggu ketiga hingga akhir April 2026.
Rentang waktu tersebut menjadi acuan utama dalam proses distribusi kepada masyarakat, dengan target akhir bahwa bantuan sudah dapat diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat paling lambat sebelum bulan April berakhir.
Dari sisi pelaksanaan, pemerintah menetapkan sasaran penyaluran kepada sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Proses ini dilakukan dengan memperhatikan pembaruan data yang dikoordinasikan bersama Badan Pusat Statistik agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Dalam mekanismenya, bantuan tetap disalurkan melalui dua jalur utama, yaitu melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BSI bagi penerima yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, serta melalui PT Pos Indonesia untuk wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan perbankan.
“Penyaluran tetap dilakukan melalui dua jalur utama: lewat Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, dan juga BSI) bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan PT Pos Indonesia bagi daerah-daerah yang memiliki akses sulit atau bagi KPM yang memang jadwalnya melalui kantor pos,” ungkap narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Selain fokus pada tahap 2, pada periode April 2026 juga berlangsung penyaluran beberapa jenis bantuan lainnya secara bersamaan.
Bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng didistribusikan sebagai bagian dari cadangan pangan untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.
Di sisi lain, Program Indonesia Pintar termin pertama juga mulai disalurkan kepada siswa tingkat SD, SMP, dan SMA melalui rekening Simpanan Pelajar.
Tidak hanya itu, penyaluran PKH dan BPNT tahap 1 susulan juga masih berjalan untuk menjangkau penerima yang sebelumnya belum mendapatkan bantuan, termasuk mereka yang baru masuk dalam daftar validasi.
Pantauan di berbagai daerah menunjukkan bahwa proses distribusi bantuan telah berjalan di lebih dari 100 wilayah. Di Kalimantan, penyaluran bantuan pangan seperti beras dan minyak goreng mulai terlihat di Pontianak dan sekitarnya.
Sementara itu, wilayah Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan DKI Jakarta terpantau fokus pada penuntasan bantuan tahap 1 serta penyaluran Program Indonesia Pintar.
Di Pulau Sumatera, sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, dan Riau juga menjalankan distribusi bantuan pangan serta PIP secara bertahap.
Untuk wilayah Sulawesi, termasuk Makassar, penyaluran dilakukan melalui kombinasi kantor pos dan perbankan. Adapun wilayah Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua turut masuk dalam gelombang percepatan distribusi bantuan sosial.***
Editor : Asep Suhendar