RADAR BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia terus mematangkan proses penyaluran bantuan sosial tahap kedua tahun 2026 untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan, penyaluran bansos berpotensi lebih cepat dibanding periode sebelumnya.
Hal ini menyusul percepatan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh Badan Pusat Statistik yang kini diterima pada 10 April, lebih awal dari biasanya.
Dengan percepatan penyaluran bansos, Kemensos memiliki waktu lebih panjang untuk memproses penyaluran, jadi bantuan sosial diharapkan bisa cair lebih cepat dan tepat sasaran.
Di lapangan, sejumlah laporan dari masyarakat mulai bermunculan, termasuk adanya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang telah terisi saldo.
Salah satu laporan menunjukkan pencairan sebesar Rp975.000 di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat.
Namun demikian, pencairan tersebut diduga bukan berasal dari PKH tahap kedua, melainkan bantuan susulan tahap pertama. Hal ini mengingat penyaluran tahap pertama sebelumnya belum mencapai 100 persen.
Proses pencairan bansos sendiri melalui beberapa tahapan, mulai dari verifikasi data, pengecekan rekening, penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM), dan proses transfer ke rekening penerima melalui bank Himbara atau penyaluran lewat PT Pos Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar dan rutin mengecek saldo, pencairan bansos dilakukan secara bertahap di setiap daerah.***
Editor : Maulidia