RADAR BOGOR - Sejumlah wilayah di Indonesia mulai diimbau untuk segera melakukan pengecekan saldo bantuan sosial (bansos), menyusul perubahan status penyaluran yang terjadi secara bertahap di sistem.
Meski secara nasional tahap kedua belum resmi dimulai, pencairan susulan tahap pertama masih terus berlangsung di berbagai daerah.
Dilansir dari YouTube Anamovie, beberapa wilayah yang menjadi perhatian diantaranya sebagai berikut.
• Aceh Utara
• Simalungun (Sumatera Utara)
• Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur)
• Dompu (Nusa Tenggara Barat)
• Majalengka (Jawa Barat)
• Bojonegoro (Jawa Timur)
• Tanah Laut (Kalimantan Selatan)
• Lebong (Bengkulu)
• Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara)
• Parigi Moutong (Sulawesi Tengah).
Masyarakat di daerah tersebut, khususnya yang sudah memiliki status SI (Standing Instruction), disarankan untuk segera mengecek saldo bantuan mereka.
Status ini menandakan bahwa dana berpotensi sudah atau akan segera masuk ke rekening penerima.
Baca Juga: Target Desil 1-4: Pemerintah Perketat Seleksi Bansos 2026 agar Bantuan Lebih Tepat Sasaran
Sebaliknya, bagi yang statusnya masih SPM atau baru sebatas pengecekan rekening, diminta untuk tidak terburu-buru melakukan pengecekan saldo karena kemungkinan besar dana belum tersedia.
Penting untuk dipahami bahwa proses pencairan bansos tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah.
Setiap daerah memiliki jadwal dan mekanisme tersendiri, tergantung kesiapan sistem dan hasil verifikasi data.
Untuk mempermudah pengecekan, masyarakat disarankan menggunakan layanan mobile banking sesuai bank penyalur, seperti BRI atau Mandiri.
Dengan cara ini, penerima tidak perlu datang ke ATM atau agen, sehingga lebih efisien dan praktis.
Menariknya, pemerintah juga memberikan peringatan penting terkait saldo yang sudah masuk. Penerima diminta untuk segera menarik dana hingga habis.
Hal ini karena saldo yang mengendap dalam rekening berpotensi ditarik kembali oleh negara jika tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Sementara itu, percepatan penyaluran tahap kedua juga mulai menjadi perhatian.
Meski belum resmi dimulai, pemerintah memberi sinyal bahwa pencairan bisa terjadi paling cepat akhir bulan ini atau paling lambat bulan berikutnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap informasi yang beredar.
Pastikan hanya mengikuti perkembangan dari sumber resmi dan rutin memantau status bantuan masing-masing.
Penyaluran bansos tahun ini memang mengalami banyak perubahan.
Namun, di balik itu semua, pemerintah berupaya memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.***
Editor : Eli Kustiyawati