RADAR BOGOR - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai melakukan terobosan besar dalam skema pengentasan kemiskinan tahun 2026.
Tak lagi sekadar mengandalkan bantuan tunai, sebanyak 1,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH kini diprioritaskan untuk menjadi pengelola Kopdes Merah Putih guna meningkatkan taraf ekonomi secara mandiri.
Langkah ini diambil berbarengan dengan momentum pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT Tahap 2 yang terpantau mulai mengalir ke rekening KKS Merah Putih di berbagai daerah pada Jumat 17 April 2026.
Baca Juga: Siap-siap Jadi ASN, Intip Estimasi Waktu Pendaftaran CPNS 2026 Setelah Tahap Usulan Rampung
Dari Penerima Bantuan Jadi Tenaga Kerja
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pemerintah ingin para penerima bansos, terutama yang berada di usia produktif (20 sampai 40 tahun), untuk mulai mandiri. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Koperasi, pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa di seluruh Indonesia, mengutip dari channel YouTube INFO BANSOS.
Setiap unit koperasi diproyeksikan mampu menyerap 15 hingga 18 tenaga kerja yang diambil langsung dari anggota KPM PKH. Dengan demikian, warga tidak hanya menunggu pencairan saldo di ATM tiap tiga bulan, tetapi memiliki penghasilan rutin setiap bulan.
Keuntungan Ganda Bagi KPM PKH
Program Kopdes Merah Putih ini menawarkan sistem ekonomi kerakyatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut adalah keuntungan yang akan didapat KPM yang bergabung:
- Status Pemilik: Selain bekerja sebagai pengelola, KPM juga berstatus sebagai anggota atau pemilik koperasi.
- Sisa Hasil Usaha (SHU): Setiap tahun, anggota berhak mendapatkan pembagian keuntungan (SHU).
- Simpanan pokok hanya Rp50.000 - Rp100.000 bisa dicicil.
- Tabungan Masa Depan: Simpanan wajib yang hanya berkisar Rp5.000 - Rp10.000 per bulan berfungsi sebagai tabungan yang dapat diambil kembali.
“Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan, ini ada payung hukum jelas supaya penerima PKH desil 1 sampai 4 prioritas masuk,” ulas narator kanal INFO BANSOS.
Update Pencairan PKH dan BPNT Hari Ini
Sambil menunggu proses rekrutmen koperasi berjalan, kabar baik juga datang dari sektor bantuan tunai. Terpantau hari ini, saldo bantuan PKH dan BPNT tahap 2 mulai masuk secara bertahap di Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BSI). Hal ini diperkuat dengan selesainya sinkronisasi data BPS ke DTKS Kemensos sejak 10 April lalu.
Masyarakat yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 4 diimbau untuk segera mengecek status kelayakan mereka secara mandiri. Hal ini penting untuk memastikan apakah nama mereka masih tercantum dalam daftar penerima atau sudah masuk dalam program transisi menuju kemandirian ekonomi.
Segera hubungi pendamping PKH di desa atau kelurahan Anda untuk menanyakan prosedur pendaftaran menjadi pengurus Kopdes Merah Putih.***
Editor : Asep Suhendar