RADAR BOGOR - Perkembangan penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga 19 April 2026 menunjukkan dinamika yang cukup signifikan, terutama terkait pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 2 untuk periode April hingga Juni 2026.
Di berbagai daerah, antrean Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos terlihat meningkat di sejumlah mesin ATM bank Himbara seperti BNI, Mandiri, dan BRI, serta di agen layanan perbankan.
Aktivitas ini didorong oleh upaya masyarakat untuk memastikan apakah bansos sudah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Namun, hasil pengecekan saldo yang dilakukan menunjukkan bahwa dana PKH dan BPNT tahap 2 masih belum terdistribusi secara luas, dengan saldo yang masih tercatat nol di berbagai titik pengecekan.
Hal serupa juga terlihat dalam sistem SIKS-NG, di mana periode salur terbaru belum muncul dalam daftar by name by address yang digunakan oleh pendamping sosial.
Dalam aspek kebijakan dan pembaruan data, terdapat penyesuaian yang berdampak langsung pada jumlah penerima bantuan.
Data terbaru yang digunakan dalam penyaluran tahap kedua berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang menjadi dasar utama dalam menentukan kelayakan penerima. Tercatat sebanyak 11.014 KPM tidak lagi masuk sebagai penerima bansos pada April 2026.
“ada sekitar 11.014 KPM yang tidak lagi menerima bansos bulan April 2026 karena sudah keluar dari kategori miskin atau ada perbaikan data,” Ujar narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Hal ini berkaitan dengan pembaruan data yang menunjukkan adanya perubahan kondisi ekonomi atau validasi ulang yang mengeluarkan mereka dari kategori penerima bantuan.
Penentuan ini sepenuhnya mengacu pada data statistik nasional, sehingga tidak diputuskan oleh pemerintah daerah seperti bupati atau walikota.
Sementara itu, pada minggu ketiga April 2026, penyaluran bantuan sosial yang berjalan aktif bukan berasal dari PKH dan BPNT tahap 2, melainkan dari program lain yang sudah lebih dulu memasuki fase distribusi.
Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu bantuan yang sedang disalurkan secara intensif kepada siswa penerima.
Selain itu, masih terdapat penyaluran susulan untuk PKH dan BPNT tahap sebelumnya, yang dalam praktiknya sering dianggap sebagai bagian dari tahap kedua oleh sebagian masyarakat.
Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng juga menjadi program yang paling dominan disalurkan dalam periode ini, dengan cakupan distribusi yang luas di berbagai wilayah.
Penyaluran bantuan pangan menunjukkan intensitas yang cukup tinggi, terutama di Pulau Jawa. Di wilayah Jawa Barat, distribusi terpantau aktif di sejumlah daerah seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, Cianjur khususnya di wilayah Campaka Mulia, Bogor, dan Subang.
Di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, penyaluran juga berlangsung di Pemalang, Madiun, Bondowoso, serta Bojonegoro.
Sementara itu, di luar Pulau Jawa, seperti wilayah Sulawesi termasuk Makassar serta sebagian daerah di Sumatera, proses distribusi masih berlangsung dengan kecepatan yang relatif lebih lambat dibandingkan wilayah Jawa.***
Editor : Asep Suhendar