RADAR BOGOR - Memasuki minggu ketiga April 2026, antusiasme masyarakat terhadap pencairan bansos reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) semakin meningkat.
Dilansir dari Youtube Cek Bansos, Meskipun aplikasi SIKS-NG belum menunjukkan status Final Closing secara menyeluruh, kriteria penerima untuk periode April-Juni telah diperketat oleh Kementerian Sosial demi memastikan bansos tepat sasaran pada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
1. Pantauan SIKS-NG dan Prediksi Jadwal Pencairan
Hingga laporan terbaru per 19-20 April 2026, status di aplikasi SIKS-NG masih dalam tahap persiapan administratif.
Kemensos telah mengumpulkan data hasil pemutakhiran BPS sejak 10 April lalu. Hal ini mengindikasikan proses penentuan KPM akan berjalan lebih cepat.
Pemerintah memproyeksikan pencairan Tahap 2 akan dimulai paling cepat pada akhir April 2026.
Bukti struk yang beredar di media sosial saat ini dipastikan bukan bantuan Tahap 2, melainkan dana Tahap 1 susulan yang baru sempat ditarik oleh penerima manfaat.
2. Kriteria Ketat Penerima Bansos Tahap 2
Kemensos menetapkan parameter kelayakan yang lebih spesifik untuk periode ini. KPM yang berpeluang besar menerima bantuan kembali wajib memenuhi syarat berikut:
• Prioritas Desil: Terdaftar secara aktif di DTKS dan masuk dalam kategori kemiskinan Desil 1 hingga Desil 4.
Peserta di Desil 5 ke atas kini dianggap sudah mampu dan tidak lagi menjadi prioritas.
• Validitas Data: NIK e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) harus berstatus "Padan" dengan data Dukcapil pusat.
• Kepemilikan Aset: Tidak memiliki aset kendaraan bermotor dengan nilai total melebihi Rp30.000.000.
Kepemilikan motor lebih dari satu unit dapat memicu ketidaklayakan karena terdeteksi sudah mampu secara ekonomi.
• Bukan Aparatur Negara: Anggota keluarga bukan merupakan ASN, TNI, Polri, atau memiliki penghasilan di atas UMP/UMK.
Baca Juga: Ini Penjelasan di Balik Ramainya Cek Saldo Bansos KKS dan Progres Distribusi Bantuan Pangan Nasional
"Kementerian Sosial memastikan proses verifikasi untuk tahap kedua ini dilakukan secara lebih teliti melalui koordinasi data BPS. Kami menargetkan penyaluran dapat mulai dilakukan pada akhir April ini bagi mereka yang memenuhi kriteria desil satu hingga empat," kata narator dalam Youtube Cek Bansos.
"Di sisi lain, terkait bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar, kami menegaskan kartu ATM atau buku tabungan wajib dipegang oleh orang tua siswa, bukan oleh pihak sekolah atau oknum guru," lanjutnya.
3. Update Bantuan Pendidikan: PIP SMP Mulai Cair
Kabar gembira datang bagi KPM yang memiliki anak di jenjang pendidikan menengah pertama.
Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang SMP dilaporkan sudah mulai masuk ke rekening SimPel (Simpanan Pelajar).
Informasi pencairan biasanya diturunkan melalui pihak sekolah. Orang tua dapat berkoordinasi dengan wali kelas untuk mendapatkan konfirmasi status aktivasi rekening.
Penyaluran umumnya dilakukan melalui Bank BRI atau bank Himbara lainnya yang telah bekerja sama dengan pihak sekolah.
Orang tua wajib mengetahui PIN kartu ATM mereka sendiri dan melakukan penarikan secara mandiri untuk menjamin transparansi dana.
4. Bantuan Tambahan: Logistik Pangan
Selain bantuan tunai, pemerintah terus mendistribusikan bantuan tambahan berupa beras dan minyak goreng.
Penyaluran ini dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah untuk melengkapi jaring pengaman sosial selama masa transisi menuju pencairan reguler Tahap 2.
Masyarakat diminta untuk terus memantau status kepesertaan secara mandiri melalui laman cekbansos.kemensos.go.id.
Meskipun pencairan Tahap 2 belum muncul sepenuhnya di saldo ATM, progres administratif yang berjalan menunjukkan pemerintah tengah bekerja keras untuk merealisasikan bansos sebelum bulan April berakhir.***
Editor : Eli Kustiyawati